Tuesday, November 18, 2014

Nasib

1. Iya, sudah malam...tapi ini adalah waktu "me time" untuk sharing...dan berefleksi...malam ini ingin nulis tentang #nasib

2. #nasib seringkali jadi "kambing hitam" untuk tidak mau berusaha sekuat tenaga. Pasrah pada nasib sering jadi tameng kemalasan

3. Saya percaya pada #nasib...karena di agama yang saya anut, ada keyakinan bahwa Tuhan yang menentukan segala-galanya. Dan saya percaya itu.

4. Yang saya tidak percaya adalah, #nasib bisa diramal, diketahui sebelumnya. Kalau saya percaya ini, berarti Tuhan main mata dengan peramal.

5. Tentu saja ada kalanya #nasib yang diramal terjadi seperti ramalan...Kebetulan bisa saja terjadi. Tapi bukan berarti bisa dijadikan acuan.

6. Karena #nasib baru diketahui sesudah terjadi, maka apakah kita hanya akan menunggunya sampai datang?

7. Saya pilih tidak menunggu #nasib...saya akan berusaha mencari nasib seperti yang saya inginkan.

8. Kalau ternyata nanti hasil usaha saya berbeda dengan #nasib yang datang ke saya, maka perjuangan saya berikutnya adalah berusaha untuk rela.

9. Karena awal berusaha mencari #nasib tadi seyogyanya sudah dilandasi pada keyakinan bahwa akhirnya Tuhan yang menentukan.

10. Dan apakah #nasib hanya berhenti di satu titik saja? Tak ada kelanjutannya? Tak akan ada nasib-nasib yang lain yang akan datang?

11. Ketika saya kehilangan kaki tak bisa berjalan lagi, satu #nasib sudah datang pada saya. So? should I stop and not pursuing my dream?

12. #nasib bersifat continue...tak berhenti sebelum kita mati. Tak perlu berhenti berusaha ketika satu kali #nasib yang tak asik datang pada kita

13. Siapa tahu #nasib tak baik yang kita terima satu saat ternyata adalah jalan baru menuju nasib yang lebih baik di kemudian hari.

14. Oleh karena itu, kalau ada yang bilang tak boleh menyerah pada #nasib, ada benarnya...karena nasib-nasib lain bisa jadi sedang menunggu

15. #nasib itu, kalau yang datang nasib baik, biasanya dicuekin...dianggap ini karena hasil kerja sendiri...kalau jelek aja, disalahin

16. #nasib baik pun, bisa jadi adalah jalan menuju ke arah nasib yang tak diinginkan nantinya...Makanya, yang penting adalah proses menjalaninya

17. Kita berjalan dari satu titik awal yang kita tahu, ke satu titik stop yang kita tidak tahu...titik stop adalah #nasib. Ada banyak perjalanan

18. Ada banyak titik awal dan titik stop dalam hidup. Tiap orang beda-beda titik-titiknya. Makanya beda-beda juga #nasib nya. Beda-beda pula jalannya.

19. Tugas kita adalah berjalan dari dua titik tersebut. Mengisi perjalanan tersebut agar titik stop nya seperti yang diinginkan. #nasib

20. Kalau titik stop pertama tidak seperti yang diinginkan, #nasib buruk,...oke lah..tapi jangan berhenti di situ. Jalan lagi ke titik berikutnya.

21. At the end, yang penting adalah perjalanannya. Perjalanan mencari #nasib itu yang menentukan perbedaan manusia. Bukan nasibnya.

22. Mau jalannya sambil terseok-seok, atau sambil tegap, tak ada bedanya. #nasib tak ditentukan oleh caranya berjalan...

23. Usaha berjalannya yang penting. Usaha untuk terus mencapai #nasib yang diinginkan. Tak peduli beberapa jauh harus terus berjalan

24. Karena perjalanan mencapai #nasib yang diinginkan ini tak pernah tau kapan selesai, maka perjalanan tersebut harus dibuat "fun"...dibikin asik

25. Makanya hidup itu harus dinikmati...karena #nasib yang datang tak tahu yang diinginkan atau yang tidak, dan tak tahu kapan datangnya...

26. Begitulah....sharing sekaligus refleksi untuk diri sendiri...semoga bermanfaat...selamat menikmati perjalanan anda! ciao! #nasib



Click Here! Another Tweets: Buku-buku yang menginspirasi saya

Click Here! Another Tweets: Decision Making