Monday, July 18, 2016

In Memoriam: Papa Saya


(Tulisan ini diedit dari kultwit saya tanggal 18 Januari 2014 yang dibukukan dalam buku berjudul #Sharing

Papa saya orang yang keras. Keras hati, keras kepala, keras karakternya, dan yang sangat jelas terlihat, keras bicaranya. Sejak usia muda sudah merantau untuk mengejar mimpinya. Modalnya cuma satu, keberanian menghadapi hidup. Bagi beliau, orang harus punya mimpi, dan mimpi tersebut harus diwujudkan dengan kerja keras. Tanpa keringat dan pengorbanan, tak ada mimpi yang bisa terwujud. Begitulah, dicucinya kakus rumah orang bule, agar dia bisa belajar bahasa Inggris, dirambahnya belantara Kalimantan, Papua, Sumatra, dan dihadapinya gerombolan preman Tanjung Priok, agar bisa mendapatkan nafkah bagi keluarganya.

Dari Papa, saya belajar bahwa "laki-laki itu dinilai dari tanggung jawabnya". Dari beliau juga saya belajar, bahwa "belajar tak harus selalu dari bangku sekolah". Papa saya secara langsung mencontohkan, beliau tak mengenal bangku kuliah, bahkan bangku SMA, tapi banyak hal bisa dipelajarinya, karena ada kemauan belajar dan ingin mewujudkan mimpi. Beliau juga mengajarkan belajar itu berarti juga berbagi pengetahuan yang didapat pada orang lain.

Sebagaimana keluarga Minang perantauan, Papa sebagai salah satu senior perantau ke Jakarta selalu "menampung" orang kampung kami yang datang ke Jakarta. Tak peduli rumah kami kecil. Semua orang boleh datang dan tinggal di rumah. Tinggal, bukan hanya menetap satu dua hari atau satu dua minggu, tapi berbulan-bulan, bahkan menahun. Hal tersebut, bahkan sampai saya beranjak dewasa, sulit saya mengerti. Kenapa harus membiayai orang lain hidup di rumah yang harusnya hanya buat keluarga inti. Tapi kata Papa, "hidup itu bukan cuma buat diri sendiri...ada tanggung jawab kita pada orang lain, Nak.." Tak tahu sudah berapa banyak orang yang jadi "alumni rumah Papa”. Datang, menetap, makan, belajar hidup, dapat kerja atau dapat suami bagi yang perempuan, dan baru sesudah itu ke luar rumah. Herannya, semua “alumni” tersebut merasa bangga pernah berada di “sekolah rumah Papa”. Padahal, pengajaran Papa tak pernah lembut. Keras, dan langsung...kadang terlalu keras. Tapi ya itulah, tetap saja orang datang dan menetap.

Belakangan baru saya mengerti, di balik semua kekerasan Papa saya, ada niat luhur yang tak semua orang punya, yaitu ingin melihat orang lain berhasil, ingin agar orang lain tak perlu sesusah beliau untuk bisa belajar. Geblek! Ternyata konsep yang saya pakai begitu sudah jadi CEO GE Indonesia bahwa "the job of a leader is to create another leader" berakar dari cara hidup Papa saya, yang saya lihat, saya alami, dan saya protes sepanjang masa remaja saya! Juga jauh sebelum saya jadi CEO, Papa saya sudah mencontohkan, "tak masalah kita berkorban untuk orang lain agar mereka jadi lebih maju, karena kalau orang di sekitar kita menjadi lebih baik, kita akan juga jadi lebih baik” Ini kan Pygmalion Effect! Holy cow! Saya membutuhkan 6 tahun untuk mempelajari konsep good followers will make a better leader dan mewujudkannya menjadi disertasi Doktoral. Papa saya melakoninya, menjalankannya lebih dari tiga per empat umurnya. Hal yang saya sebalkan sejak remaja itu, ternyata adalah akar suatu konsep manajemen tingkat tinggi! Papa saya sesungguhnya sudah menjadi “doktor” dan “CEO” kehidupan, jauh sebelum saya memulai karir saya.

Papa saya senang berteman. Temannya banyak dan tak pernah di beri batasan. Dari preman sampai pendeta. Dari orang kampung sampai orang “gedongan”. "Jangan berteman berdasarkan latar belakang seseorang, Han" Kata Papa suatu hari saat saya beranjak remaja. "Tapi agar bisa saling berbagi". Seperti juga saya, Papa anak tunggal. Tapi saudara karena pertemanannya bejibun. Benar-benar jadi saudara dalam konteks “ready to take a bullet for each other”. Bagaimana orang sekeras dan sekasar Papa bisa berteman banyak? Saat saya tanyakan pada teman-temannya, Jawaban mereka seragam. "Ayahmu tak pernah telat untuk menolong."

Ya, rasanya saya ingat Papa selalu bilang, "Jangan pernah ragu untuk menolong orang. Selama bisa, tolong saja. Tak akan ada ruginya.” Sering saya tertegun kalau melihat orang yang berhitung ini itu, mengecek latar belakang ini itu dulu untuk menolong orang.

Sejak belia saya diajari berenang dan bersilat/bela diri oleh Papa. "Agar kau tak takut menempuh halangan" katanya. Beliau menekankan bahwa hidup ini pada dasarnya adalah seberapa berani kita menghadapi tantangan dan halangan yang ada. Semakin takut menghadapi tantangan dan halangan, semakin jauh mimpi yang dicita-citakan akan terkejar. Dari beliau juga saya belajar daya juang, "sesuatu yang didapatkan dengan mudah, mudah pula perginya, Han" Kata beliau. Ketika saya pertama kali berkursi roda, Papa jungkir balik berpikir bagaimana saya bisa kembali ke kehidupan normal. "Bagaimana kamu bisa menikmati hidup kalau kau tak berani keluar rumah dan hadapi kesusahan hidupmu" kata Papa. Kalimat ini melecut saya untuk kemudian mencari taksi dan mulai kembali ke sekolah.

Hari pertama saya tidak bisa berjalan. Circa pertengahan tahun 1987. Mata Papa beradu dengan mata saya. Ada percakapan tak terucap saat itu…seakan kami berkata bersama-sama "it's not going to be an easy life". Saya melihat banyak muara air mata di mata Papa…dan di mata itu berkelebat semua mimpi dan cita-cita beliau untuk saya. Mimpi agar anaknya bisa bersekolah lebih tinggi dari dia. Mimpi agar kehidupan saya lebih baik dari dia.

Tahun 2010. Saya membacakan pidato kelulusan di Sidang Doktor Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Beberapa Minggu sebelum pidato tersebut, saya juga ditunjuk untuk jadi CEO GE Indonesia. Saat Pidato tersebut, mata Papa kembali beradu dengan mata saya. Kembali berbagai bayangan perjuangan hidup kami, baik masing-masing maupun bersama-sama, bekelebat di mata kami. Saat itu rasanya kami berdua berucap berbarengan dalam kalimat yang tak dilafalkan….."we did it!"

Mimpi yang baik itu menular. Mimpi Papa saya yang saya mengerti dan pahami dengan baik menjadi energi untuk saya berjuang. Tidak! Saya tak terbebani. Karena Papa tak pernah menyuruh saya menjadi ini atau itu. Saya tertular untuk berjuang. Saya dengan senang hati ingin mewujudkan apa yang Papa yakin saya bisa wujudkan. Saya mendapatkan Self Fulfilling Prophecy. Saya terkena Pygmalion Effect.

Ajaran Papa saya keras, langsung. "Selama bukan barang yang kau dapatkan dari usahamu, tak boleh diperlakukan seenak kau" Kata beliau. Jadilah, sepatu disemir dan dicuci sendiri, barang yang dibelikan harus dirawat sedemikian rupa. Kalau mau naik mobil, harus bisa dan mau cuci mobil. Nah, saat saya mahasiswa, saya bekerja ini itu sekedarnya dan suatu hari bisa membeli tape recorder. Di depan beliau, saya jatuhkan tape recorder tersebut dengan sengaja. Papa ketawa. “Nah, itu barang kau…terserah mau diapakan.” Katanya.

Dalam studi leadership, ajaran Papa adalah accountability. Leaders accountable dengan role nya. No excuse, No blaming others. Leaders lead dengan energi, dengan optimisme, dengan passion untuk membantu orang lain maju. Bukan dengan menyalahkan orang lain. Leaders itu accessible, tak ngumpet ketika diperlukan kehadirannya, tak mencari orang lain untuk bicara tanggung jawabnya. Leaders itu tak pernah takut untuk belajar, walaupun dari kegagalan dan kesusahan.

Di usia senjanya, Papa terbaring sakit. Tak bisa berjalan lagi. Tapi tetap tak mau telat untuk menolong orang lain...sebisanya. "Hidup kau akan berarti, kalau kau bisa berguna bagi orang lain" katanya berulang kali. Hari Kamis 14 Juli lalu, beliau wafat. Butuh 4 tahun sakit-pakai oksigen-tak mampu berjalan dan terus melemah serta 13 hari di ICU untuk membuat Papa benar-benar pergi. Sampai di hari terakhir usianya, tak berhenti beliau berusaha “berbagi” dengan orang lain, walaupun dengan kata-kata yang tak lagi bisa terdengar karena terhambat oleh selang ventilator.

Tak banyak harta yang beliau tinggalkan. Satu rumah sederhana di Kompleks PWI Cipinang Muara, dan sedikit tabungan. Tapi mudah-mudahan beliau meninggalkan pelajaran pada banyak orang. Mudah-mudahan beliau berguna bagi banyak orang. Yang pasti, bersama Ibu saya, beliau adalah Guru saya pertama, dan sangat berarti buat saya.

Papa saya orang yang keras. Keras hati, keras kemauan, keras suaranya. Di kuburnya, Jumat lalu, saya berjanji. I will continue as best as I could, untuk bisa berguna bagi orang lain. Selamat jalan, Pa!


Tebet, 17 July 2016

Saturday, April 16, 2016

Tahan Banting

  1. Hari ini, saya bersyukur punya waktu berefleksi dalam perjalanan lembang-jakarta, setelah jadi saksi perkawinan seorang teman #tahanbanting
  2. Dalam beberapa minggu terakhir ini, dua orang teman kantor saya menikah...dan menariknya kedua-duanya baru saja dipromosi. #tahanbanting
  3. Kedua teman ini, masih sangat muda saat mengawali karir di kantor saya. Kebetulan saya terlibat dalam proses merekrut mereka. #tahanbanting
  4. Saya ingat, saat merekrut mereka banyak yg tidak setuju. Usia masih muda, lulusan S1 lokal, tapi diberi pekerjaan manager. #tahanbanting
  5. Argumen saya waktu itu cuma satu : those young guys have a fire on their eyes to grow and they are not afraid to fail. #tahanbanting
  6. Bekerja itu perlu punya passion untuk grow, untuk compete, untuk learn, dan nggak takut akan gagal. #tahanbanting
  7. Dari sejak hari pertama kerja, setelan saya ke mereka "kenceng"...You learn and find your own way to grow. #tahanbanting
  8. Selalu saya ingatkan, "jangan berharap career growth itu akan diberikan orang". Tugas saya adlh nemenin kalian cari jalan #tahanbanting
  9. Lalu anak2x muda itu memulai perjalanan karirnya. Ekspektasi thdp mereka tinggi, tapi nggak ada yg manjain mrk satu pun. #tahanbanting
  10. You need to get high expectation from your team/boss/peers to make the Self Fulfilling Prophecy grows in you. #tahanbanting
  11. Proses dikasih high expectation, kerja keras, bikin salah, belajar lagi, adlh "seleksi alam" di tmpt kerja utk jadi leader #tahanbanting
  12. Banyak top talent yg pintar dan ber-IP tinggi serta lulusan sekolah bagus yg ga lewat "seleksi alam" ini hanya krn mrk ga #tahanbanting
  13. Niat memulai karir menurut saya harus dilandasi keinginan untuk belajar yg kuat...bukan untuk cari jabatan. #tahanbanting
  14. Kedua anak muda yg saya ceritain tadi, bolak balik kena marah & gagal...tapi mereka ga malu untuk salah & ga baper! #tahanbanting
  15. Biasanya di awal2x top talent sih pada mau belajar semua...nah, tahapan berikutnya adalah endurance...daya tahan. #tahanbanting
  16. Can you endure your passion to learn and to grow after all the bad times? that's the ticket to move to the next ladder. #tahanbanting
  17. Ketika bbrp teman2x mrk "patah" dan pergi demi tawaran yg "keliatannya" lbh bagus, mereka ngotot to stay & to prove. #tahanbanting
  18. Tentunya saya mendukung karir team saya, kalau ada tawaran yg lbh bagus dr luar. Walaupun itu artinya sy kehilangan mrk #tahanbanting
  19. Karena saya yakin banyak jalan untuk orang bisa membangun karir, and you cannot satisfy everybody. #tahanbanting
  20. Problemnya adalah, ketika sudah bete dan baper, banyak tawaran dari luar tersebut tidak dianalisis dulu dgn baik. #tahanbanting
  21. Pokoknya asal gajinya lebih besar dan jabatannya kelihatan mentereng, ya sudah lah...yg penting ga lagi di tempat lama. #tahanbanting
  22. In many cases, hukum "seleksi alam" dalam bekerja dan membangun karir tersebut akan selalu terjadi di mana pun juga. #tahanbanting
  23. Pindah ke perusahaan yg belum punya sejarah pengembangan talent yg bagus malah seringkali bikin kuburan baru. #tahanbanting
  24. Balik lagi ke kedua anak muda tadi...ketika akhirnya mereka mendapatkan promosi pekerjaan, baru ketahuan apa gunanya #tahanbanting itu
  25. Oleh karena itulah leaders tidak bisa "born" saja...mereka harus lewat proses #tahanbanting untuk naik kelas jadi better leader
  26. Salah satu dari anak muda tersebut bahkan memulai karirnya sebagai "contractor"..bukan pegawai tetap. #tahanbanting
  27. Tapi anak itu nggak pernah punya kata "nggak bisa" apalagi "nggak mau" ketika tugas diberikan padanya. #tahanbanting
  28. Yang selalu dia katakan adalah "I will try my best, i will give you update regularly and please give me input to improve". #tahanbanting
  29. Yang satu lagi beneran masih muda banget...makanya bikin salahnya juga banyak :). Tapi ya itu, selalu usaha untuk improve. #tahanbanting
  30. Hal yg sama dari keduanya, mereka ga nolak untuk menolong dan ga takut utk berbeda pendapat dgn saya dan leader lainnya. #tahanbanting
  31. Now they are working on new challenges, as a bigger leader in the compay and also a leader in their new family. #tahanbanting
  32. Memikirkan mereka di jalan tadi membuat sy terpikir ttg anak muda Indonesia. Seberapa #tahanbanting kah kalian dalam growing yourlself?
  33. Kita sudah teruji #tahanbanting ketika menghadapi masa susah. Kalimat "masih untuung bisa begini" adalah kesaktian org Indonesia.
  34. Nah skrg urusan #tahanbanting diubah..nggak cuma dlm hadapi krisis, tapi juga untuk grow...ini yg bisa bikin kita naik kelas sbg bangsa
  35. Bangsa ini butuh pahlawan untuk "grow", untuk naik kelas. Nggak cuma pahlawan untuk bertahan saja. Zaman sdh berubah. #tahanbanting
  36. So...saya berdoa agar2 anak2x muda teman saya tadi will fight well in their new battle...and fly higher. #tahanbanting
  37. ...dan saya juga berdoa, agar bangsa ini diberi banyak anak2x muda yg #tahanbanting saat membangun karir mereka, di dunia yg global ini
  38. Abeess...(mari nyanyiin lullaby lagi buat si kembar yg tetiba bangun dari tidur mereka :) )
  39. Semoga bermanfaat!#tahanbanting



Monday, January 4, 2016

Refleksi Tahun 2015

  1. Halo! sudah lama sekali saya tidak sharing...yup, my rhythm changed dgn adanya si kembar. Malam ini mau share ttg tahun 2015
  2. Tentunya ttg pembelajaran saya sepanjang tahun 2015, yg saya dapatkan dari kesalahan dan pengalaman. Fokus seputar manajemen.
  3. Pertama saya akan mulai dengan perlunya memiliki keyakinan terhadap ide baik yang ingin diwujudkan.  
  4. Banyak orang yang punya ide baik, tapi nggak yakin apa bisa diwujudkan...well, kalau nggak dicoba kapan tahunya?  
  5. Tahun lalu saya & teman2x mencoba pendekatan bisnis yg baru,di luar pakem yg selama ini ada. Buset, tantangannya banyak bener.  
  6. Untuk bisa meyakinkan orang terhadap ide baru kita, kita harus yakin dulu sepenuhnya bahwa ide tersebut adalah pilihan terbaik.  
  7. Kaji semua resiko, kalkulasi berbagai scenario...dan siap menerima input org lain....Then we are ready to fight for that idea.  
  8. Ketika memperjuangkan ide baru, kita harus punya stamina...resilience. Jangan begitu di challenge langsung pundung.  
  9. Belajar dari kesalahan, antara keyakinan dan arogansi, "selaputnya" tipis banget...sering krn terlalu yakin, kita jadi arogan.  
  10. Arogan tuh jadi nggak mau dengerin orang lain...waktu itu sih takut waktunya ga cukup kalau semua input didengerin.  
  11. Masalah time management kan masalah teknis...kalau bisa dicariin metoda komunikasinya sih, slalu ada lah waktu buat listening.  
  12. Tahun lalu tuh saya bikin strategi "playing offense"...saking sibuknya menyerang, lupa minta input dan feedback.  
  13. Sebagai leader, kalau nggak ada input atau feedback yg dateng dari team kita, that's mean something wrong is happened.  
  14. Karena, seperti yg sudah dibahas dulu, "silent" followers means bad influence...nggak bikin organisasi maju  
  15. Followers jadi "silent" bisa krn mereka takut (artinya ada masalah komunikasi) or expertise mereka di bidangnya nggak updated.  
  16. Untuk itu, perlu terus menerus dibangun kultur yg saling memberi input dan feedback..leaders yg take a lead di sini.  
  17. Leaders harus selalu punya waktu untuk meminta feedback, input dan different opinion dari followersnya. Agar dia "balanced" .  
  18. Pembelajaran lain adlh soal fokus. Man, ini zamannya "to do less is more"..Fokus dan selesai, daripada banyak tp berantakan.  
  19. Saya org yang ingin do a lot, tapi skrg era "uncertainty" , dan perubahan terjadi sangat cepat, what we need is execution.  
  20. Ambil one or two big things, focus untuk hal tsb, and selesaikan....Begitu gagal, cepat move on...tap tap tap...quick!.  
  21. Lalu untuk bisnis, dalam hubungannya dengan "knowing your customer"....pertanyaan penting adlh "Are we 'inside' the customer?"
  22. We need to know deeper ttg customer...hal yang hanya dpt dicapai kalau kita terus memperbarui our knowledge about them.  
  23. Pertanyaan "are we inside" itu penting banget...untuk dapat mengerti customer, kita harus mengerti cara mereka berpikir.  
  24. Kalau berpegang pada konsep "I have been in the business for many years, then I understand everything", maka siap2x aja gagal  
  25. Then I learned about the power of doing reflection..kita dikasih waktu dan kemampuan utk belajar dari diri sendiri sebenernya  
  26. Karena terlalu ingin menyelesaikan tugas/target, kita lupa proses belajar..mikirnya akan belajar nanti kalau dikasih training.  
  27. Padahal diri sendiri adalah sumber pembelajaran yg keren...itu kalau kita mau membongkar diri dan ga malu ngakuin kesalahan.  
  28. Mungkin pelajarannya itu-itu saja...tapi tiap tahun pasti ada hal yang baru...kalau belum dapet, minta feedback dari teman.  
  29. Kita bisa jadi "a better person" ketika mau mentertawakan diri sendiri...proses memperbaikinya, itu hal yg lain lagi.  
  30. Terakhir, temukan cara untuk mencari inspirasimu....harus dicari...ga dateng lewat wangsit...ada proses berpikir di situ.  
  31. Inspirasi ga cuma dateng dari orang "besar", atau tokoh...(yg harus diketemuin dulu trus foto :) ).  
  32. Buat saya, inspirasi adalah bangkitnya kesadaran, dan munculnya ide... 
  33. Agar dapet inspirasinya, perlu ada usaha...diskusi sama org lain, baca buku, nonton film, dengerin ceramah...anything.
  34. Hal yg membuat saya suka nonton film adalah karena di film2x bagus itu, banyak banget inspirasi yg muncul.
  35. Juga saya suka ngobrol sama org di mana aja, krn bisa dapet inspirasi dari obrolan atau kenalan baru itu...  
  36. Well, gitu deh...sharing dari pengalaman dan kesalahan saya tahun 2015 lalu itu...mudah2x an ada gunanya.
  37. My message tahun 2016 ini adalah itu tadi.."temukan inspirasimu!" (mudah2xan ga ada klan kayak gini ya. :)). Nite2x teman2x.

Sunday, October 18, 2015

Gelombang Revolusi Industrial Internet

  1. Einstein said that "I never think about the future — it comes soon enough." quote from TEDx Marco Annunziata th. 2013
  2. Bbrp minggu lalu, Marco membuat tulisan berjudul "The Moment of Industry"...kembali Chief Economist GE ini mempesona saya.  
  3. Sharing malam ini akan berkisah tentang Industrial Internet ( ) suatu gelombang baru yang akan datang secara dahsyat
  4. Internet telah mengubah cara kita hidup, dari berbelanja sampai mengatur liburan. Tapi revolusi yg sesungguhnya baru dimulai  
  5. Kemudahan berbelanja, mencari informasi, mengatur perabotan rumah tangga dengan internet, adalah Consumer Internet.  
  6. Dengan consumer internet, e-commerce jadi bagian budaya hidup. Banyak sekali hal yg bisa dikerjakan dgn on-line saat ini.  
  7. Consumer Internet mewabah dengan banyaknya Apps yang tercipta dan menghasilkan fenomena yang disebut "Apps economy" .
  8. Nilai "apps economy" ini pada tahun lalu jauh lebih besar dari APBN kita, dan lebih besar dari industry film Holywood!  
  9. salah satu "supplier" pada "Apps economy" adalah saya, yg belanja di game Angry Bird.. :)  
  10. Tahun lalu ada 5.5 juta apps developer yg membuat 2.6 juta apps dan hasilkan nilai ekonomi setara 300 miliar dollar!  
  11. Prediksinya, di tahun 2017, jumlah apps developer dan apps yg dihasilkan akan naik 2x lipat dgn nilai ekonomi $700 milyar.  
  12. Lagi2x pertumbuhan dan dampak Consumer Internet itu belum apa2x dibanding gelombang baru yang akan muncul.  
  13. Sebentar lagi, lampu sorot dunia akan beralih dari Consumer Internet ke Industrial Internet.  
  14. Seperti juga Consumer Internet, Industrial Internet adalah bisnis berbasis software...dan ide!  
  15. Platform, seperti Google Android atau Apple iOS operating systems, berperan penting dalam pertumbuhan Consumer Internet.  
  16. Nah...saat ini, industrial internet sudah memiliki platform untuk membuat Apps di dunia Industri...yaitu Predix dari GE.  
  17. Software ini adalah bisnis masa depan dan "differentiator" terhadap kompetitor...  
  18. Karena bisnis software mampu fleksibel dan adaptif...serta berkembang dengan banyaknya inovasi yg ada.  
  19. Jika Consumer Apps Economy sdh mulai mature dan menyediakan "low hanging fruit", maka Industrial Apps Economy baru mulai.  
  20. Diperkirakan, nilai dari global Industrial Apps economy ini sebesar 43 triliun dollar pada tahun 2025..atau >40% GDP dunia!  
  21. Estimasi McKinsey pada tahun 2025, nilai ekonomi/thn Industrial Internet 11 triliun dolar, 3x lipat dari Consumer Internet.  
  22. Nah, pertanyaannya, apa aja sih yang dibikin oleh Industrial Internet (or kadang diistilahkan Internet of Things) tersebut?  
  23. Pada dasarnya adalah meningkatkan efisiensi dan kinerja dari industri. Makanya berdampak lbh besar dr consumer internet.
  24. Kalau dalam consumer internet, aktifitas industri ritel jadi berubah (banyak yg gulung tikar), dlm nggak gitu.
  25. Industri yang menghasilkan produk mesin/komponen infrastrukur malah dapat peluang utk jadi lebih efisienkan produknya.  
  26. Industrial Internet membuat pembangkit listrik jadi lebih efisien, rumah sakit bisa menghandle pasien lbh banyak,  
  27. industrial internet di industry penerbangan akan membuat delay dan cancellation menurun..jadi bs angkut penumpang lbh bnyk.  
  28. Dua tahun lalu, dgn asumsi industry penerbangan bisa lebih efisien 1% saja, akan menghasilkan nilai ekonomi 8 milyar dolar.  
  29. Dengan pertumbuhan dan akselerasi Industrial Internet saat ini, diperkirakan efisiensi industry bisa mencapai 20%!  
  30. , parallel dengan 3D printing, akan mengubah cara binis dunia. Bisnis adlh soal efisiensi, produktivitas, kinerja.
  31. Nah, sekarang, gimana dengan Indonesia? ini selalu menjadi proses berpikir saya...ujung2xnya selalu "gimana Indonesia?"  
  32. Buat saya nih, pertama2x yg penting adalah awareness....kita sudah banyak yg bisa bikin consumer internet apps...  
  33. Tapi yg niru2x dan aji mumpung asal keliatan keren aja di Consumer Internet apps juga banyak...nggak kreatif banget.  
  34. Akibat dari niru2x dan tidak kreatif itu adalah "Surplus Society". Semuanya sama...nggak ada value pembeda
  35. Bagikan info dan ilmu ttg industrial internet ke banyak orang...agar jagoan2 kita nggak cuma bikin apps consumer internet.  
  36. kita ini soalnya suka latahan dan bangga kalau bisa niru sih...jadi deh semua focus sama yg lagi hits aja..  
  37. Karena ke depan ini manufaktur bakal penting lagi, maka Indonesia perlu merevolusi cara pengaturan industrinya.  
  38. Yang kedua, karena ini zamannya ide, open innovation di mana2x, dan crowdsourcing juga di mana2x, lahirkan banyak ideas di
  39. Miliki network yang baik dalam konteks ke mana nanti ide dan penemuan yg ada ini bisa dibuat kerjasamanya.
  40. Khusus dlm network ini, kalau ga pede dan ga berani explore ke luar Indonesia, nggak banyak dapet ilmu dan info nya nanti.  
  41. Mudah2x-an pd tahun2x mendatang pemerintah juga punya insentif utk industri2x yg memiliki efisiensi & kinerja yg meningkat.  
  42. Yah, gitu dulu deh...nanti coba disambung lagi...ini botol susu Amanda & Amelia belum dicuci dan disterilisasi nih.. :)  
  43. Semoga bermanfaat cerita Industrial Internet ini...malam..

Monday, September 28, 2015

Trust

  1. Hello all! would like to share something tonight...this time about in management. Mostly about the practices that I've experienced
  2. Why is so important? karena kalau nggak ada trust, maka organisasi akan kacau. Semua orang jalan sendiri2x.
  3. Dulu sih, waktu organisasi masih bisa dijalankan cukup dengan powernya leader aja, masih dapat didiscount lah. Krn org takut.
  4. Tapi dalam organisasi modern seperti sekarang ini, di mana followers punya pilihan & semakin pintar, become critically important.
  5. Even In military, the first rule is to instill soldiers with in their officers, because without trust they won't fight (Drucker)
  6. What make deficit happened in organization? Even in a solid and long term organization, trust deficit can be happened.
  7. Pertama, ketika orang2 yg bekerja tanpa values company yg diajarkan tetap berkeliaran, dan bahkan dipromosi. deficit terjadi deh!
  8. Semakin lama pemimpin organisasi tersebut membiarkan org2 work without values ini berbuat semaunya, semakin tinggi deficit tadi.
  9. Walau pemimpinnya bekerja dgn values yg baik, misalnya ga korupsi, tp kalau bawahannya dibiarkan korupsi, thd pemimpin td menipis
  10. Ini kesalahan umum...bnyk yg berpikir kepemimpinan hanya soal pemimpin, padahal kepemimpinan itu menyangkut juga followersnya.  
  11. Leadership is always about leader, follower, and situation.  
  12.   deficit juga terjadi ketika leaders membuat "unwritten promises" dan tak pernah ditepati...apalagi kalau "written promises!"
  13. Saya dulu punya boss yg sukanya PPH itu (promise promise heaven :) ). Apa pun yg dia bilang sesudah itu, kami tak lagi percaya.  
  14. Hubungan antara leader dan followers yg dilandasi atas , akan sangat effektif dan menghasilkan output teamwork yg luar biasa.
  15. Leader harus tegas dalam soal membangun ini. Reward dan punishment jangan pernah "dimain-mainkan" atau dimanipulasi.
  16. When you hire somebody, you have to him/her...otherwise why you hire him/her...and this is vice versa. Start with trust!
  17. Problem arise when the is violated...what to do? for me, if it is not about integrity, I will give a second chance. Just once.
  18. It is very important to have a dialogue about between leader and followers...tell why, what and how trust to be developed
  19. ..dan juga jelaskan apa yang akan terjadi jika dilanggar. You cannot give a second chance if trust violation is about integrity!
  20. Back again to deficit. Penyebab lainnya adalah ketika pendapat berbeda tidak bisa dikemukakan scr terbuka.
  21. Di dlm organisasi yg keterbukaan berpendapat dikebiri, maka yg terjadi adlh "keseragaman yg dipaksakan'. tdk bisa tumbuh di situ.
  22. Conflict dengan tdk apa-apa, yg terjadi adalah perang ide...bagus malah Tapi "conflict without trust is politics" kata Lencioni
  23. #trust deficit juga terjadi ketika para leader hanya bicara tentang dirinya sendiri dan merasa semua sukses adlh hasil kerjanya sendiri.
  24. Trusted leader respect the team. Drucker said, they never say "I", they never think "I". They say & think about "We", the team.  
  25. Boss saya dulu selalu siap "pasang badan" untuk teamnya. Kita semua dia thd apa pun yg dia lakukan...bahkan yg kita belum ngerti
  26. Saya susah punya thd boss yg ga konsisten. Walau kadang dia juga bagus...tapi ketidakkonsistenan selalu membawa deficit
  27. Bagaimana bisa gain dari team dan followers kita? well, sederhana aja sih..konsisten, jujur, trasparan..dan komunikasi yg baik.
  28. #trust influenced by clear communication. Know what to expect from people, and get mutual understanding. "Mutual" is the keyword here
  29. Masalah itu, kl gak diomongin, akan berkelana di persepsi masing2x orang...nah, walau ga ada niat buruk, bisa terkikis karenanya
  30. O iya,...buat para leaders, gak bisa dibangun dgn charisma ataupun pencitraan...trust muncul saat eksekusi dijalankan
  31. Mau sekeren apa pun pencitraannya, kalau dalam eksekusinya ga terjadi mutual understanding dgn followersnya, & no result, no euy
  32. Terus ini, leaders ga guna maksa di sama followersnya. Trust itu "didapatkan", lewat kerja keras, kejujuran dan konsistensi.
  33. Gitu deh....Trusted leader itu ga gampang bikinnya...tapi sekali berhasil dapetin itu, people will "take a bullet" for you. :)
  34. Sementara itu, kalau anda kerja dgn leader yg ga bisa di ..dan dlm environment yg ga ada trust sama sekali, mungkin baiknya pindah
  35. Karena ga bisa/perlu di orang itu menular. Sekali nganggep biasa untuk ga perlu di , terus2xan akan punya value spt itu.
  36. Sekian dulu teman2x...hopefully it can be useful! thanks for reading these twitshare! :) Nite nite!

Sunday, September 20, 2015

Daya Saing

1. Wokeh...setelah koor menangis dan menyanyikan lagu buat Amanda dan Amelia, finally I have time to share tonight...will discuss
2. Saya termasuk org yang bawel sekali dengan ini...karena saya mengalami dan menyaksikan persaingan di dunia global ini
3. Kenapa perlu punya ? karena dalam dunia global ini, yang tak punya daya saing hanya akan jadi objek dari globalisasi
4. Penentu keberhasilan daya saing suatu Negara adalah sumberdaya manusia, orang2x, yang ada di Negara tersebut.  
5. Masalahnya, secara kolektif, SDM kita ada pada peringkat 80-an dari 90-an Negara yang disurvey oleh INSEAD th 2015.  
6. Bagaimana Negara-Negara spt Swiss, Jepang, Amerika, dan Negara2 di Skandinavia dapat memiliki SDM yang punya tinggi?
7. Saya akan focus membahasnya dalam level individu dulu malam ini...apa yang diperlukan orang untuk punya tinggi?
8. Yang pertama adalah mindset nggak mau jadi orang yang seneng ikut2x an...mindset try to be different, and find a new things.  
9. Orang2x yang nya tinggi itu, bangga kalau bisa menghasilkan sesuatu yg baru, sesuatu yg orisinil dari mereka.  
10. Competitive people, proud to make something new, Non-competitive people, proud to imitate and just follow what other's did.  
11. Ribetnya, di tempat kita ini, saya kok lihat banyak orang yg senang ikut-ikutan (kadang tanpa mengerti apa yg diikuti....)  
12. Kalau ada yg sukses bertanam jahe misalnya, sekampung ikut2xan tanam jahe...hasilnya harga jahe ya turun lah.  
13. Tentu sah-sah aja kalau ada yg mencoba mengikuti langkah sukses...tapi kalau semuanya spt itu, ya mandeg inovasinya.  
14. Induk dari itu adalah inovasi...menemukan sesuatu yang baru...tidak hanya alat, tapi juga metoda, cara, trend, ide....
15. Jadi, sifat kedua yg diperlukan untuk punya tinggi adalah....Kepo! curiosity..keingintahuan...
16. Curiosity ini muncul krn adanya keinginan mempertanyakan sesuatu...why, why not, how, what...(who ga terlalu penting haha)  
17. Kalau cuma sukanya diem, pinginnya diikutsertakan training (apalagi yg di luar negeri), buku dibeliin...ya susah atuh punya  
18. Then competitive people itu tentu punya api, passion, untuk compete, dan menang! Menang dgn cara fair competition tentunya.  
19. Saat interview orang yg mau kerja, "fire in his/her eyes" itu penting. Org yang ga ada semangat juangnya susah diandalkan.  
20. Mindset ingin tahu, ingin berbeda, ingin menemukan sesuatu yg baru, dan ingin menang ini adalah 4 basis dlm membentuk  
21. Nah, keempat hal ini (curious, unique, innovative, and passion to win) bukanlah hal rumit untuk dipelajari.  
22. Keempat basis tadi, hanya memerlukan satu hal utama untuk dipelajari : Ingin maju! Ingin jadi lebih baik!
23. "Bodo amat", "bukan urusan gue"..."liat gimana ntar aja" adalah hal-hal yg akan mengikis habis kemampuan  
24. Pertanyaan berikutnya, gimana bisa bikin banyak orang Indonesia dengan mindset yg kuat tadi
25. Nunggu system pendidikan yg bagus, ekonomi baik, pemerintah hebat, dsb? nggak bisa..kelamaan! dunia makin global.. need now!
26. First, saling mengingatkan, teruma para anak muda...bahwa new nationalism adalah menang di persaingan dunia global.
27. Nasionalisme saat ini ga cukup cuma dgn marah2x saat batik diakui sbg produk Negara lain, tapi Negara dlm batik ga naik2x
28. Ga susah buat pengusaha luar negeri utk bawa pembatik Indonesia lalu diminta bikin batik di Negara mereka...digaji bagus.  
29. Di Zaman global ini, lokasi pembuatan tak lagi penting, yang produknya dihasilkan oleh perusahaan mana..bayar pajak di mana.  
30. Bentar...anak nangis! (situasi spt ini nggak pernah ada sebelumya! ) haha...nanti sebentar lagi lanjut kultwit nya
31. Okay, kita continue...Untuk bikin Indonesia punya banyak orang dgn tinggi saat ini, kita butuh wawasan dan pengetahuan global
32. Bukan sesuatu hal yg terlalu susah saat ini, pengguna internet di Indonesia banyak...gunakan internet untuk proses belajar.  
32. Saya mendukung banget gerakan2x komunitas anak muda...terutama yg berhubungan dgn inovasi dan proses belajar.  
33. Komunitas sdh cukup banyak, nah...perlu naik kelas sekarang...make "big idea" yg bikin multinational company mau kerjasama.  
34. Zamannya sdh memungkinkan...ada open innovation yg dijadikan strategi buat Multinasional Co. untuk growing now.  
35. Semakin banyak startups dan individu yg bekerjasama dgn MNC, semakin cepat akses pengetahuan global kita dapat.  
36. Dengan banyaknya kerjasama "open innovation" ini, local innovation jg punya kesempatan utk scale up. Nggak cuma pilot aja.  
37. Nah, big idea gimana yg dibutuhkan? learn about uber, google, airbnb, dsb. Big, New, Unique, and Impactful ideas.  
38. Kebanyakan cluster industry besar itu munculnya dari usaha startup...ketika bisa bekerjasama dgn MNC, clusternya jd besar!  
39. Selow nih speed bikin kultwitnya..maklum sdh lama tidak kultwit :) ...Finally itu perlu proses learn, make mistakes, re-learn
40. Budaya takut salah sehingga ga mau memulai, takut dicela org kalau berbeda, dsb..itu ga numbuhin dan ningkatin  
42. Juga kebiasaan ngambek kalau idenya ga diterima, trus nggak mau bikin ide lagi...hal ini harus diubah kalau mau nya tinggi
43. Kalau dilihat2x ya..Negara dgn tingkat yg tinggi itu, tingkat ke"keuhan" atau resilience nya juga tinggi lho! don't give up!
44. Gitu deh, teman2x cerita ttg : 4 Basis, Bikin org Indonesia berdayasaing tinggi, dan Budaya yg diperlukan utk berdaya saing
45. Kapan2x ngobrolin lagi dari sudut pandang yang lebih gede, kebijakan Negara. Gitu yaa..semoga bermanfaat kultwitnya! niite!

Sunday, May 17, 2015

Pak Stu...A Boss, A Coach, and A Friend...

  1. How do we know a leader is great or just good because he/she made their numbers? I found the answer at . my boss who just retired.

  2. Tonight kultwit is about . The person that hired me at GE, almost 20 years ago...my boss, my friend, and my mentor.

  3. is regional Asean leader for my company, he just retired...after 35 years working. A long and wonderful career.

  4. 's career is wonderful not because he always win or meet his numbers..but because he creates so many leaders..he inspired others.

  5. At his farewell reception...all of his subordinates, ex-subordinates, friends, customers, came and give him respect.

  6. Great leaders create leaders. gives that example. He is passionately and never give up finding and coaching good talents.

  7. Another strength that has is treating people the same. His door is always open for discussion and ideas...for everybody.

  8. I learn a lot from . My first lesson from him was about "making mistake and learn from it".

  9. Good leader give room for his team to make mistake...but have to learn from it and make improvement next time.

  10. Good leader believe on his team, give them the stage to perform...with all the risk of mistakes that could be happened.

  11. When hired me...I was very young, local educated, and on a wheelchair....but he asked me to lead a meeting that full of "bule"

  12. I was afraid, not confidence & almost give up...but he smiled & said, "you have to do this..I trust you...let's play the game".

  13. It is not without risk that he asked me to lead. But he believes it's a leader's job to give me the stage to perform.

  14. I didn't do too well on that first meeting..a lot of mistakes here and there... said "well done...be more prepared next time"

  15. grows his team's confidence..that what leader needs to do...give the team challenges and accompany them to solve it.

  16. The key here is leader not only give instructions and then gone. Leaders is available for their team. Leader is part of the team.

  17. One cannot be a good leader if they make a distance with their team. is always just one phone or one email away.

  18. Well, of course made mistakes. He is human...great leader is human, not robot...they make mistakes and they lead with heart.

  19. If leaders only lead with their logic or mind, then what Ultron did in The Avenger is logic. Achieve target with whatever way.

  20. is very competitive leader. He wants to win, he hates losses...but he hates more people who win without integrity.

  21. always listen to other opinion...but doesn't mean he is easily agree with it. Great leader always challenges his team hard.

  22. always open for second opinion...but he always has first opinion - His own opinion and ideas. Great leader is not a free rider.

  23. encourages a debate among his team. Democracy happened before decision is made. After decided, we all need to march together.

  24. Great leaders have endurance. O yeah.. demonstrates that for 35 years. He never slowing down to keep showing "do your best"

  25. Even on his last day, still worked as usual. I just realized that he is retired when his company email is no longer work...

  26. Leaders' real legacy is not exist in the form of statues or anything symbolic. It exist on the new leaders he/she creates.

  27. Leader's legacy cannot be created by "hero making process". It engraves in their success of creating other great leaders.

  28. The more humble a leader is, the more people got inspired by him/her...because humble leader treats everybody the same.

  29. Humble leaders is always open for learning...from everybody. I still remember how learned about email and "e" kind of things.

  30. Well, I learned a lot from you, ..it is not fair if I don't share my learning to my friend in this social media world.

  31. Thank you for being a great role model, . Thank you for trusting me and the Indonesia team to keep growing. Happy life !

  32. A rare pic of the two of us...suka malu soalnya kalau foto bareng..haha.  Semoga sharing ini berguna teman2x.

Thursday, May 7, 2015

The Future of Work

  1. Sharing ya...kali ini tentang "The Future of Work" (). Sharing yg diilhami tulisan M. Annunziata dan S. Biller.

  2. Saat ini kita berada di tengah transformasi yg luar biasa di dunia industry. Perubahan dlm mencipta & menghasilkan produk.

  3. Tiga hal yg mempengaruhi Future of Work (1) industrial internet, (2) advanced manufacturing & (3) global brain. Sy coba ulas satu2.

  4. Dalam Industrial internet, terjadi integrasi antara could-based analytic (Big Data) dan industrial machinery (Big Iron).

  5. Integrasi "Big Data" & "Big Iron" membuat mesin jd lbh prediktif, reaktif, dan social. Mesin saling "bicara" sendiri dan dgn kita.

  6. Sorry nih, nulisnya jadi agak selow..soalnya nulis dan mikir utk nyederhanainnya secara langsung...nggak pake draft :)

  7. Berkat adanya kemajuan luar biasa di teknologi sensor elektronik dan penyimpanan data, biaya untuk hal ini jadi murah banget.

  8. Sehingga mesin bisa dipasangi puluhan sensor, yg kemudian ngumpulin data, dan menganalisisnya serta ngabarin ke kita scr real time.

  9. Bayangin mesin pesawat bisa "Ngetweet" kondisi lingkungannya saat pesawat masih terbang. "gaes, banyak debu nih di atas sini".

  10. Kecepatan mengumpulkan, menganalisis, serta menyajikan data tadi membuat waktu kita, manusia untuk nyari data jadi singkat banget!

  11. Generasi yg lahir sebelum ada google bisa merasakan betapa transformasi pencarian data tsb telah mengubah cara hidup & kerja kita.

  12. Data yg dihasilkan mesin, membuat manusia bisa melakukan tindakan preventif utk maintenance yg save cost banget.

  13. Sbg contoh, kalau delay pesawat bisa dikurangi 10% aja di seluruh dunia bisa hemat $8B..hampir Rp.100 triliun man!

  14. Driver kedua Future of Work adlh Advanced Manufacturing. Ada teknologi 3D printing, yg bikin pabrik jadi kayak mesin printer gede.

  15. Pabrik nggak lagi cuma intelligent (krn ada robot), tapi brilliant krn bisa lakukan prediksi, adaptasi, dan bereaksi lebih cepat.

  16. Di tambah dgn semakin globalnya dunia, brilliant factory membuat munculnya small factory di desa2x yg cuma perlu sambungan internet

  17. Desain di London, supply chain dari 20 Negara, dan produksi dgn cara "ngeprint" di Sleman. That's the new way we make things.

  18. Driver ke-3 adlh "Global Brain". Karena physical dan digital world semakin terintegrasi, maka talent pool jg semakin luas & global

  19. Global Brain...ide dari mana saja, produksi di mana saja. Dua anak di Salatiga menjadi designer buat parts jet engine GE di US.

  20. Bentuk Global Brain yg sekarang ada contohnya adalah open platform dan crowdsourcing.

  21. Nah, dengan kondisi seperti yg dijelaskan tadi, bagaimana The Future of Work akan bertransformasi?

  22. Haha...topiknya "teknis" ya? yg mention di wall gue malah "mau beli dan sewa printer?" *intermezzo

  23. Okay...future of work tentunya akan bertransformasi secara painful in the beginning. Banyak kerjaan "tradisional" akan hilang.

  24. Seperti juga sejarah revolusi industry, maka pekerjaan "repetitive" manusia kemudian digantikan mesin.

  25. Begitu mesin dan pabrik menjadi lebih "brilliant" maka pendidikan dan skill jadi lebih "valuable".

  26. Future of Work manusia jadi kehilangan pekerjaan krn digantikan mesin? Nooo! yg terjadi adalah akan bertransformasi.

  27. Future or Work akan mengurangi pekerjaan manusia yg bersifat repetitive...bbrp skill yg terkait dgn repetisi juga jadi obsolete.

  28. Future of Work membuka pekerjaan baru di mana manusia superior thd mesin : creativity, entrepreneurship, dan interpersonal skill.

  29. Saat ini saja banyak pekerjaan yg dulu nggak ada..."Buzzer" di twitter misalnya. Pekerjaan yg muncul krn adanya kreatifitas.

  30. Future of Work membutuhkan talent yg mengasah skill baru...misalnya "e-skill"...berurusan dgn data, internet, dan connectivity.

  31. tak lagi mementingkan lokasi, bahkan latar belakang ijazah...yg penting ide, and a "click" in the web.

  32. memungkinkan dua anak yg ngoprek computer dan printer 3D, jadi supplier parts design untuk perusahaan multinasional global.

  33. Future of Work nggak punya banyak tempat buat org2x yg nggak bisa "move on" dari cara berfikir yg kerdil dan tertutup.

  34. Future or Work memberikan lapangan seluas2x nya untuk entrepreneurial activities, yg tak lagi dibatasi modal dan bahan baku.

  35. Kenapa? karena memberikan akses rasing capital scr global, dan supply chain yg mudah dan murah. You can buy anything from internet

  36. Future of Work menuntut human capital di masa mendatang untuk berpikir dan bersaing secara global.

  37. Kita baru di tahap awal dari Future of Work ini...yg menakjubkan adalah, akselerasi transformasinya sangat cepat.

  38. Yg bikin saya ngeri adalah, hal yg selalu saya ulang spt kaset rusak...negara dgn org2x yg tak competitive di , cuma akan jadi objek

  39. Untungnya di banyak kesempatan sy ketemu anak2x muda Indonesia, banyak dari mereka yg sudah memulai aktifitas sbg pemain di

  40. Banyak komunitas2x yg tumbuh dgn ide2x kreatif, semangat entrepreneurial, dan aktifitas2x yg kuat dlm di interpersonal skill.

  41. Tapi saya miris juga, kalau lihat di facebook misalnya, banyak anak2x muda yg repost tulisan2x yg nggak ada dasar dan logisnya.

  42. Atau anak2x muda yg dengan emosi berdebat soal keberpihakan terhadap pemikiran or tokoh tertentu, tanpa alur logis yg jelas.

  43. Future of Work udah di depan mata, saat nya increasing skills & network...duh, ngurusin pemimpin pecinya miring misalnya, ga guna.

  44. Gitu deh...semoga berguna Future of Work () nya...sekarang saya mau nonton Back To Future dulu! *orgtuabanget daag!

Monday, May 4, 2015

Daya Tahan dan Bouncing Back

  1. Halo! would like to share about resilience atau malam ini
  2. Sering dibahas bahwa yg ngebedain great leaders dgn yg biasa2x aja adalah nya dlm memperjuangkan ide atau menghadapi kegagalan
  3. Di masa yg penuh dengan "uncertainty" ini, kemampuan jadi semakin penting...karena surprises sudah merupakan kejadian normal
  4. waks! surprise! bentar ya...dipanggil makan malam dulu... :) see? surprise is the new normal...haha
  5. Okay, lanjut dengan resilience or . Why bother dgn hal ini? bukankan leader sdh punya visi, eksekusi, inovasi, dst?
  6. Dalam bisnis ataupun hal lain, selalu ada kemungkinan volatility dan external factor...yg dpt membuat kesalahan & kegagalan.
  7. adalah kemampuan untuk bertahan dan memantul kembali dari sebuah kesalah dan kegagalan. Leaders tak boleh putus asa.
  8. Agar punya yg bagus, seseorang perlu punya mindset mau menerima dan belajar dari kesalahan dan kegagalannya.
  9. Diperlukan kebesaran hati dan "humility" agar bisa mengatakan "saya salah" dan "Saya bertanggung jawab".
  10. Banyak leaders yang ketika salah or gagal malah nyalahin orang lain...nah, mrk ini tak punya utk bisa jadi leaders hebat
  11. Juga leaders yang ngambekan...ngambek saat anak buahnya jadi pemimpin misalnya (eh?)...Ga asik leaders macam gini..tak punya
  12. History shows leaders yg berulang kali gagal dan salah tapi belajar dan maju kembali, malah jadi tambah hebat dan dihormati.
  13. Begitu juga perusahaan...ketika krisis menerpa, perusahaan yg stay and continue to find a better way will win.
  14. Saya ingat dulu saat krisis 1998, Samsung bukannya kabur dari Indonesia tapi malah investasi utk barang2x elektronik di sini
  15. Kunci dari ada tiga..(1) confidence bhw selalu ada jalan, (2) learn, menerima dan belajar lagi, dan (3) Idea for improvement
  16. Pengalaman saya, begitu kita menerima keadaan gagal or salah, maka muncul suatu kepercayaan diri akan adanya a better way.
  17. Selama masih denial dan nyalahin orang or factor lain, tak akan muncul, dan bouncing back boro-boro bisa dilakukan
  18. Yes, external factor itu tak bisa dikontrol..ada aja yg namanya kecolongan...walaupun sudah dimitigasi sebaik mungkin.
  19. Kita tak bisa mengontrol eksternal factor, or maunya Tuhan...tapi kita bisa mengatur bagaimana kita bereaksi thd hal tsb.
  20. Butuh perlawanan terhadap diri sendiri untuk bisa punya dan bouncing back. Perlawanan thd rasa tidak enak, takut, dan ego.
  21. Bertahan dari kesusahan/kegagalan itu rada mudah...mampu learning dan making improvement agar bouncing back itu yg susah.
  22. Jadi itu proses berantai...Bertahan-->Terima Kondisi-Learning-Improving -->Bouncing Back!
  23. Leaders sebenernya nggak cuma teruji pd saat krisis...tapi juga saat sukses. Leaders dgn yg baik nggak jumawa saat sukses.
  24. Arogansi, kepuasan diri yg berlebihan, serta keserakahan adalah penghancur . Sukses seringkali melenakan, dan ini ujian juga25. bukan proses pasif yang cuma "nrimo".... tanpa proses aktif belajar-making improvement kita ga akan kemana2x
  25. bukan proses pasif yang cuma "nrimo".... tanpa proses aktif belajar-making improvement kita ga akan kemana2x
  26. juga nggak bisa dengan "pasrah" gimana aja nantinya. Tapi perlu usaha utk analisis apa yg bisa diperbaiki dan make action
  27. Ayah saya selalu bilang "kesusahan bisa datang kapan saja, tapi nggak boleh berhenti untuk cari cara wujudkan mimpi"
  28. Negara kita punya untuk hadapi cobaan dan kesusahan. Masyarakatnya biasa dgn kesusahan...tapi masalahnya improvement itu lho
  29. Ayo kita naik kelas...nggak cuma mampu bertahan di kondisi susah...tapi mampu find a better way untuk bouncing back!
  30. Untuk punya kemampuan efektif, diperlukan semangat untuk menjadi lbh baik, lbh maju! baru bouncing back mechanismnya bergerak
  31. Banyak yg bisa bertahan di kondisi susah..but banyak ga yg bisa bouncing back dan jadi lebih maju? Di situ semangat berperan
  32. Kolaborasi juga berperan penting dalam membangun yg kuat. Teamwork, yg saling mengingatkan dan saling menguatkan hati
  33. Saya sering bilang "mimpi yg baik itu menular"..iya, kasih tau teman2x ttg mimpi mu (bukan yg mimpi kuntilanak pastinya! :)).
  34. By sharing your dream & goal, you are developing a stronger collaboration with your team...that will support your resilience.
  35. kadang memerlukan jalan berputar..jalan untuk ambil hal yg "kecil" dulu untuk dapatkan yg "besar" di kemudian hari.
  36. Jangan biarkan give up dateng...muter aja dulu jalannya, yang penting tau mau ke mana. Dgn punya , ada kesempatan utk belajar
  37. Begitu juga dgn memperjuangkan ide...ga cuma bagus buruknya ide yg nentuin keberhasilan leader...tapi juga memperjuangkannya
  38. Begitu banyak ide bagus hilang dan tak terwujud karena yg memperjuangkannya cepat putus asa di tengah jalan.
  39. Di sisi lain, banyak ide biasa aja, tapi karena terus menerus di-improve saat memperjuangkannya, jadi ide yg breakthrough.
  40. That's all sharing malam ini...seperti biasa, mudah2xan berguna...dan bisa buat bahan refleksi diri....agar tak menyerah. Ciao!