1. Pegel-pegel badan kalo nggak bikin cerita malam minggu.. :) let me share my story about challenge #tantang
2. Apakah orang perlu tantangan dalam hidupnya agar berhasil? pertanyaan ini mengganggu saya.. #tantang
3. Bukankah berhasil atau tidak dalam hidup itu sangat relatif?...bagaimana ukurannya "berhasil" tersebut? #tantang
4. Kita bisa memilih "ukuran" berhasil tersebut: (1) menurut orang, atau pandangan umum, atau (2) menurut apa yang kita rasakan #tantang
5. Ketika masih kecil, mungkin cita-cita yang dimasukkan ke dalam otak kita adalah "keberhasilan" menurut orang banyak #tantang
6. Jadi Pilot, jadi Insinyur, jadi Dokter adalah cita-cita umum yang ada pada zaman saya kecil (circa 70an..iyaa..iya..gue udah tuaa! :) ) #tantang
7. Uniknya, kedua orang tua saya yang tak bersekolah itu, tak pernah memberikan saya cita-cita umum itu sejak saya kecil. #tantang
8. Jadilah...cita-cita masa TK dan SD saya berubah-ubah...ingin jadi kuntilanak (bisa nakutin orang), wartawan, sampai Asisten Apoteker #tantang
9. Saat karnaval 17 Agustusan, saat anak-anak sebaya berpakaian dokter atau pilot, saya ber jeans ria dan menyandang tustel! #tantang
10. Saya diberi kesempatan untuk berproses...menemukan sendiri apa yang mau saya jadikan ukuran "keberhasilan" #tantang
11. Sehingga "keberhasilan" buat saya adalah mencapai apa yang saya inginkan...bukan yang orang lain inginkan. #tantang
12. Dalam perjalanannya, "apa yang saya inginkan" ini kemudian berhadapan dengan banyak tembok dan hambatan. #tantang
13. Adjustment dan perubahan sangat bisa terjadi dalam konteks mewujudkan "apa yang saya inginkan" tadi. #tantang
14. Ada orang yang mengambil jalan berputar untuk mencapai "apa yang saya inginkan" tadi. Ada yang menurunkan levelnya, ada yang menggantinya. #tantang
15. Ada yang tega mati aja kalau tak mencapai "apa yang diinginkan"....dan ada yang kemudian jadi "tak ingin apa-apa" .. #tantang
16. Kalau hanya mengikuti hati, saat saya tak bisa berjalan, mungkin saya lebih memilih "mati aja" atau "tak lagi ingin apa-apa"..#tantang
17. Untungnya, karena "apa yang saya inginkan" itu lahir dari saya, dan bukan dari keinginan orang lain, saya tidak bertindak hanya berdasar hati. #tantang
18. Jika ukuran "berhasil" dalam hidup itu kita yang tentukan, bukan orang lain yang tentukan, rasionalitas akan bekerja dibanding hati. #tantang
19. Tantangan ternyata adalah mekanisme untuk mempekerjakan daya pikir kita lebih luas #tantang
20. Dalam proses saya, daya pikir tersebutlah yang kemudian akan menguatkan hati, dan menjadikan perpaduan pikir-hati = daya tempur. #tantang
21. Tentunya, bagi saya, ada campur tangan Sang Pencipta dalam proses membangun daya tempur tersebut. #tantang
22. Dengan dasar proses tersebut, saya memerlukan tantangan agar bisa mencapai "keberhasilan" terhadap"apa yang saya inginkan". #tantang
23. Tantangan akan memperluas daya pikir, memicu keinginan untuk mempelajari sesuatu...membuat adrenalin mengalir deras. #tantang
24. "Mental baja" (kata-kata ini tetep lucu buat saya.."mental baja!" Megaloman kali...). tak cukup lahir dari yakin..perlu daya pikir. #tantang
25. Ujung-ujungnya, untuk "berhasil", jangan pernah berhenti berefleksi terhadap diri sendiri...#tantang
26. "Keberhasilan" yang kita define tersebut adalah output dari proses memperbaiki diri terus menerus. #tantang
27. Tantangan akan membantu kita agar berefleksi dan memperbaiki diri...jangan takut dengan tantangan...malah perlu di timbulkan! #tantang
28. Secara teoritis, orang yang berada di status quo dan menghindari tantangan, akan melemahkan daya pikirnya..#tantang
29. Kalau lemah daya pikirnya, yang banyak tersisa adalah kemalasan dan kesombongan..tak mau lagi berefleksi dan belajar. #tantang
30. Tantangan diperlukan karena daya pikir yang kuat menghasilkan proses keinginan menemukan dan mencipta, serta ingin berbeda. #tantang
31. Tantangan menghasilkan inovasi, kreatifitas, dan daya tahan yang lahir karena latihan. #tantang
32. That's why some people love challenges...because challenges good for them..make their "engines" of life works! #tantang
33. That's why some people keep seeing "The glass is half full"...to create challenges! to keep raising the bar. #tantang
34. Pertanyaan berikutnya jadi "bagaimana menciptakan tantangan"? Buat saya, benchmarking adalah jawabannya. #tantang
35. Agar tak kejeblos ke lembah "tak pernah puas" kita bisa menciptakan tantangan dengan asas "bisa berguna bagi orang lain"#tantang.
36. so, the journey is define success --> achieve --> face challenge --> relflect and learn --> achieve --> create new challenge #tantang
37. Itulah celotehan malam minggu kali ini...pegal-pegal sudah hilang...:) semoga berguna! salam! #tantang
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Lead Business
Click Here! Another Tweets: Cara Berargumentasi
Tuesday, April 30, 2013
Wednesday, April 17, 2013
Lead Business
1. Untuk melengkapi kumpulan tweets yang sudah ada tentang #LeadSelf dan #LeadOthers, malam ini saya ingin berbagi tentang lead business (#LeadBiz)
2. Dalam bisnis, ceritaan tentang sukses bisnis adalah 3 hal ini: LeadSelf, LeadOthers dan #LeadBiz (beberapa konsultan memperkenalkan terminologi ini)
3. Bagi saya, ketiga hal ini adalah proses yang jalannya berurutan. LeadSelf dulu, baru bisa LeadOthers, dan akhirnya #LeadBiz
4. Kalau LeadSelf berhasil, LeadOthers jadi tantangan yang lebih mudah...dan kalo kedua hal ini beres, #LeadBiz seringkali otomatis jalan
5. #LeadBiz memerlukan kemampuan leader yang kuat (LeadSelf), team yang solid dan bergariah untuk maju bersama (LeadOthers)
6. Pengalaman saya, #LeadBiz dimulai dengan adanya Shared Vision yang jelas, dan disepakati bersama
7. Ada kata "Shared" dalam vision tadi. Artinya, visi ini bukan cuma dibuat dan dimengerti oleh leader sendiri...#LeadBiz
8. Ada elemen dasar yang harus dimiliki oleh "Shared Vision", yaitu orang-orang yang diajak kerjasama mengerti & merasakan perlunya visi tersebut. #LeadBiz
9. Sering terjadi kejadian "overvision", di mana visi leader kejauhan dan tak dimengerti followersnya. #LeadBiz
10. Juga acap terjadi "vision myopia" di mana followersnya hanya terpukau pada kharisma leadernya, sehingga tak peduli terhadap kepahaman visinya. #LeadBiz
11. Makanya di zaman sekarang ini, leaders dituntut tak cuma andalkan kharisma, dan followers follow bukan karena kharisma leader. #LeadBiz
12. Leader harus lebih komunikatif dan mendengar...Followers harus lebih cerdas dan kritis. #LeadBiz
13. Leader should discuss the vision, make sure followers understand and have the same needs on that vision. #LeadBiz
14. Ketika semua paham, tak berarti semua setuju..Pada titik ini leaders diuji. Change the vision, or change the people. #LeadBiz
15. Kenapa shared vision penting? karena ia akan membuat identitas team dan membangunkan koridor dalam bekerja mencapainya. #LeadBiz
16. My other priority dalam #LeadBiz adalah developing dan improving team capability. Again, The job of a leader is to develop other leader.
17. Saya akan mulai dari direct report. Filosofinya adalah followership, jika punya follower hebat, they can influence us hebat juga. #LeadBiz
18. Berdasar dari konsep LeadOthers, maka develop team memerlukan proactive approach to the followers. Listen to them. #LeadBiz
19. Leaders itu harus bisa memberi value pada followernya...the more leader datang pada followers untuk tanya ini itu, the less valuenya. #LeadBiz
20. The more followers datang ke leaders bring ideas and ask for a help, the more leaders tersebut valuable di mata followersnya. #LeadBiz
21. Improving the team memerlukan investasi...terutama investasi waktu dari leadernya untuk listen and coach them. #LeadBiz
22. Nah, #LeadBiz akan susah kalau leadersnya jaga jarak banget dengan followersnya. Team improvement ga jalan.
23. #LeadBiz memerlukan operasionalisasi strategy & visi. Give your followers trust to do it..if you don't trust them, why you hire them?
24. Leaders perlu turun langsung bersama-sama followersnya dalam operasionalisasi ini. Jangan cuma di belakang meja. #LeadBiz
25. Ada proses pembelajaran yang tak boleh henti dari leaders di sini. Leaders perlu blusukan, dari produksi sampai jualan. #LeadBiz
26. Kelemahan banyak startup company adalah ketika mereka mulai grow, they dont invest on people nya. #LeadBiz
27. Perusahaan seperti GE misalnya, tiap tahun invest lebih dari $2 milyar dollar untuk people development. #LeadBiz
28. #LeadBiz faktor lainnya adalah membangun customer engagement...bukan hanya relationship...but engagement
29. Customer engagement dibangun atas dasar co-creation...bagaimana agar customer grow dan perusahaan grow. #LeadBiz
30. Customer akan engaged kalau mereka merasakan valuenya berpartner dengan kita...bukan sekedar beli barang saja. #LeadBiz
31. #LeadBiz terhenti dulu dan disambung lagi nanti....sorry... :)
32. Melanjutkan cerita tentang #LeadBiz yang belum selesai...
33. Pada dasarnya #LeadBiz berurusan dengan tiga C : Company, Competition, dan Customer
34. Cerita tentang mengelola C yang pertama, Company, sudah ada di nomor-nomor sebelumnya...yang terpenting adalah People. #LeadBiz
35. Cerita tentang C yang kedua, Competition, adalah bahasan sepanjang masa dari cerita tentang Strategy dan Daya Saing. #LeadBiz
36. Inti dari Competition adalah menghasilkan sesuatu lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah dibanding pesaing. #LeadBiz
37. "Listening" adalah kemampuan pertama yang diperlukan oleh Perusahaan untuk bisa memenangkan kompetisi. #LeadBiz
38. Listen to what your customer want, to what they are going to do, and to what they don't have it is important in competition. #LeadBiz
39. Sesudah "listening", diperlukan "seeing"...assessment terhadap perubahan yang terjadi di pasar, trend, and movement dari competitor #LeadBiz.
40. Inti dari Competition adalah menghasilkan value yang lebih banyak kepada customer dibanding pesaing. #LeadBiz
41. The more company bisa hasilkan "value" kepada customer, the more competitive they are in the market. #LeadBiz
42. Value ini paling banyak diproduksi oleh proses inovasi dan kreatifitas...bahan bakarnya keinginan untuk berbeda. #LeadBiz
43. Again, inovasi bukan hanya mencipatakan produk, R&D...tapi juga menciptakan proses yang lebih baik, lebh cepat, dan murah. #LeadBiz
44. Dalam konteks mencipakan "value" inilah, banyak perusahaan di negara kita tertinggal.. #LeadBiz
45. Dalam banyak hal, mentalitas yang kita miliki lebih banyak "ikut-ikutan" dibanding menciptakan hal baru. #LeadBiz
46. Semangat mengeksplorasi, menemukan, mencipta, dan bereksperimen kita masih tak cukup hebat...apakah kita "malas"? #LeadBiz
47. Tentunya, keinginan berinovasi dipicu oleh adanya local demand dulu. Local demand kita tak cukup "shopisticated", cepat puas. #LeadBiz
48. Local demand yang direspond dengan baik oleh local company akan menghasilkan cluster industry yang kuat. #LeadBiz
49. Contohnya, kenapa industri otomasi di Jepang maju? Kaena local demandnya, penduduk Jepang, suka dengan segala sesuatu yang otomatis. #LeadBiz
50. Kenapa industri fashion pakaian pria berkembang pesat di Italia? Karena the men there love to dress. #LeadBiz
51. Kalau local demandnya nggak canggih, local companynya juga tak canggih. Inovasi yang ada lebih ke arah cara memproduksi yang banyak. #LeadBiz
52. Apalagi kalau kompetisi tak dibiarkan tumbuh subur...local companynya susah untuk maju jadi global player. #LeadBiz
53. "Shopistication" of local demand mendukung proses inovasi local company #LeadBiz
54. C yang terakhir dalam #LeadBiz adalah Customer...itu sudah dibahas sebelumnya dengan berusaha menciptakan "customer engagement"
55. Demikianlah, LeadSelf akan melahirkan LeadPeople...kalau dua ini beres, #LeadBiz malah secara otomatis jalan dengan baik...
56. Semoga rangkaian Lead (self, people, biz) ini berguna. Selamat bermalam minggu! #LeadBiz
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Cara Berargumentasi
Click Here! Another Tweets: Howard Schultz
Monday, April 8, 2013
Cara Berargumentasi
1. Baiklah, kultwit malam minggu...:) saya ingin cerita tentang cara berargumentasi. #argue
2. Hari ini saya menginterview dua orang untuk sebuah posisi yang cukup senior di GE. Kedua kandidat sama-sama memiliki CV yang memukau. #argue
3. Dengan basis pendidikan dan pengalaman kerja yang sama bagus, maka penentu diterima atau tidaknya adalah proses interview. #argue
4. Kandidat pertama, charming, dan pandai sekali...tapi selalu berputar-putar dalam menjawab pertanyaan. Don't like it. #argue
5. Ini masalah klasik yang saya hadapi dari banyak talent di Indonesia. Keruntutan menyampaikan pendapat dan berargumentasi. #argue
6. Problem utama dari cara menyampaikan pendapat yang berputar-putar adalah tidak adanya proses konstruksi logika berpikir sebelum berargumen. #argue
7. Di sebagian orang, tentunya juga disebabkan karena tak mengerti content-nya. Jadi berusaha untuk "cheap trick" dengan kicau sana sini. #argue
8. Man, "cheap trick" is very risky...once ketahuan, you are doomed. Trust langsung menguap. #argue
9. Saya jauh lebih menghargai orang yang menjawab "ah, untuk soal ini saya belum tahu, can I find it first and come back to you?". #argue
10. Okay, cheap trick is out, don't have the knowledge is out, psychologically faktor gimana? tentu ada...ga pede, stress, dst. #argue
11. Psychological barrier untuk bisa #argue dengan baik dapat teratasi dengan "jam terbang"...bersiaplah untuk jalani proses pembelajaran ini.
12. I think the most important is membangun konstruksi berpikir yang runut. Saya suka gunakan alur "Why, What, and How" #argue
13. Ketika ber #argue, proses konstruksi pendapat dimulai dengan mengetahui "why" nya. Kenapa suatu hal jadi issue.
14. Misalnya saat ditanya, "bagaimana kondisi industri infrastruktur di Indonesia?". You quickly ask yourself, why this become an issue? #argue
15. Then your brain akan bergerak untuk mencari dan memberikan informasi tentang needs vs reality on industry infrastruktur Indonesia ini. #argue
16. One point come out : needs vs reality. This is why it becomes an issue. #argue
17. Then go to the next process : "What". Push your brain untuk menciptakan points issues-issues apa saja yang ada. Fokus to top 3 or 4 #argue
18. Setelah itu, gerakkan lagi logika untuk hasilkan solusi. The "How". Tak selalu dibutuhkan detail di saat awal, cukup big picture. #argue
19. Jawab bisa spt ini "Kondisi infrastruktur di Indonesia have gap, karena ini itu (why), yaitu ini itu (what), dan diperlukan ini itu (how). #argue
20. Fokus, dan analitis. That's important dalam #argue . Akan lebih cemerlang lagi kalau ada data. But not too much..remember time is limited
21. Akan membuat saya loncat dari kursi kalo ada yang menambahkan "why not ada yang doing this or that ya?" (argumen dengan opsi). #argue
22. Saya suka dengan #argue yang disampaikan dalam points : "begini menurut saya..1), 2), 3)"...menunjukkan cara berpikir yang terstruktur
23. #argue dalam point-point juga menunjukkan kemampuan untuk fokus dan integrasi pikiran-pikiran yang ada
24. #argue dengan point-point juga membantu lawan bicara untuk mengerti, fokus, dan ingat terhadap pendapat anda
25. Tak perlu takut salah...yang penting alur berpikir dan logika kita runtut dan clear dulu. Kesalahan bisa diakui dan diperbaiki #argue
26. Salah satu faktor penting dalam #argue adalah mengerti pertanyaan dan pendapat lawan bicara. Listening is 50% dari suksesnya proses arguing
27. Tak perlu ragu untuk tanya ulang dan pharaprasing (katakan ulang) pertanyaan lawan bicara. Yakinkan bahwa kita mengerti. #argue
28. Bertidak setuju dalam #argue sah-sah saja..even dalam interview. Harus didukung dengan logika yang kuat. Again, sampaikan dalam bullet points
29. Jangan biarkan #argue jadi proses debat kusir. dua tiga kali cukup...bisa ditutup dengan "we have different perspective"
30. Data & referensi berguna dalam #argue , but again, as supporter only...too much kutipan akan memberi kesan we don't have our own opinion.
31. Bisa dibayangkan ga asiknya proses beradu #argue kalau sedikit-sedikit "menurut si Anu begini"...lah, bagaimana menurut anda sendiri?
32. Btw, kandidat kedua interview saya tadi bagus sekali dalam menjawab, tapi tiap kali saya challenge untuk bertanya, tak asik dia. #argue
33. Questioning adalah part penting dalam interview dan diskusi. Sama seperti #argue, questioning perlu fokus, direct, dan jelas apa yang mau ditanya
34. Saya pernah bahas tentang orang yang nanya cuma untuk pamer, basa basi, dan tidak didasarkan oleh keingintahuan/proses belajar. #argue
35. Bertanyalah dengan didorong keinginan untuk belajar, melihat perspektif yang beda, untuk mengetahui yang tidak diketahui, atau tak jelas #argue
36. Kita memang tak begitu diajari untuk bertanya di bangku sekolah...kebanyakan hanya diajari menjawab. #argue
36. Padahal, "Creativity emerges when we ask a lot to find the right problem to be solved... #argue
37. Body language juga berperan dalam proses #argue . Eye contact, use of hands, smile, nodding, berguna untuk membuat proses jadi lebih kondusif
38. Walau sering tak mau dengar opini orang lain, for some reasons saya senang #argue dengan orang Italia yang menggunakan tanggannya dalam berpendapat
39. Begitulah cerita tentang #argue yang diilhami dari pengalaman interviewing candidate tadi siang. Semoga berguna! salam.
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Howard Schultz
Click Here! Another Tweets: Mencintai Indonesia
2. Hari ini saya menginterview dua orang untuk sebuah posisi yang cukup senior di GE. Kedua kandidat sama-sama memiliki CV yang memukau. #argue
3. Dengan basis pendidikan dan pengalaman kerja yang sama bagus, maka penentu diterima atau tidaknya adalah proses interview. #argue
4. Kandidat pertama, charming, dan pandai sekali...tapi selalu berputar-putar dalam menjawab pertanyaan. Don't like it. #argue
5. Ini masalah klasik yang saya hadapi dari banyak talent di Indonesia. Keruntutan menyampaikan pendapat dan berargumentasi. #argue
6. Problem utama dari cara menyampaikan pendapat yang berputar-putar adalah tidak adanya proses konstruksi logika berpikir sebelum berargumen. #argue
7. Di sebagian orang, tentunya juga disebabkan karena tak mengerti content-nya. Jadi berusaha untuk "cheap trick" dengan kicau sana sini. #argue
8. Man, "cheap trick" is very risky...once ketahuan, you are doomed. Trust langsung menguap. #argue
9. Saya jauh lebih menghargai orang yang menjawab "ah, untuk soal ini saya belum tahu, can I find it first and come back to you?". #argue
10. Okay, cheap trick is out, don't have the knowledge is out, psychologically faktor gimana? tentu ada...ga pede, stress, dst. #argue
11. Psychological barrier untuk bisa #argue dengan baik dapat teratasi dengan "jam terbang"...bersiaplah untuk jalani proses pembelajaran ini.
12. I think the most important is membangun konstruksi berpikir yang runut. Saya suka gunakan alur "Why, What, and How" #argue
13. Ketika ber #argue, proses konstruksi pendapat dimulai dengan mengetahui "why" nya. Kenapa suatu hal jadi issue.
14. Misalnya saat ditanya, "bagaimana kondisi industri infrastruktur di Indonesia?". You quickly ask yourself, why this become an issue? #argue
15. Then your brain akan bergerak untuk mencari dan memberikan informasi tentang needs vs reality on industry infrastruktur Indonesia ini. #argue
16. One point come out : needs vs reality. This is why it becomes an issue. #argue
17. Then go to the next process : "What". Push your brain untuk menciptakan points issues-issues apa saja yang ada. Fokus to top 3 or 4 #argue
18. Setelah itu, gerakkan lagi logika untuk hasilkan solusi. The "How". Tak selalu dibutuhkan detail di saat awal, cukup big picture. #argue
19. Jawab bisa spt ini "Kondisi infrastruktur di Indonesia have gap, karena ini itu (why), yaitu ini itu (what), dan diperlukan ini itu (how). #argue
20. Fokus, dan analitis. That's important dalam #argue . Akan lebih cemerlang lagi kalau ada data. But not too much..remember time is limited
21. Akan membuat saya loncat dari kursi kalo ada yang menambahkan "why not ada yang doing this or that ya?" (argumen dengan opsi). #argue
22. Saya suka dengan #argue yang disampaikan dalam points : "begini menurut saya..1), 2), 3)"...menunjukkan cara berpikir yang terstruktur
23. #argue dalam point-point juga menunjukkan kemampuan untuk fokus dan integrasi pikiran-pikiran yang ada
24. #argue dengan point-point juga membantu lawan bicara untuk mengerti, fokus, dan ingat terhadap pendapat anda
25. Tak perlu takut salah...yang penting alur berpikir dan logika kita runtut dan clear dulu. Kesalahan bisa diakui dan diperbaiki #argue
26. Salah satu faktor penting dalam #argue adalah mengerti pertanyaan dan pendapat lawan bicara. Listening is 50% dari suksesnya proses arguing
27. Tak perlu ragu untuk tanya ulang dan pharaprasing (katakan ulang) pertanyaan lawan bicara. Yakinkan bahwa kita mengerti. #argue
28. Bertidak setuju dalam #argue sah-sah saja..even dalam interview. Harus didukung dengan logika yang kuat. Again, sampaikan dalam bullet points
29. Jangan biarkan #argue jadi proses debat kusir. dua tiga kali cukup...bisa ditutup dengan "we have different perspective"
30. Data & referensi berguna dalam #argue , but again, as supporter only...too much kutipan akan memberi kesan we don't have our own opinion.
31. Bisa dibayangkan ga asiknya proses beradu #argue kalau sedikit-sedikit "menurut si Anu begini"...lah, bagaimana menurut anda sendiri?
32. Btw, kandidat kedua interview saya tadi bagus sekali dalam menjawab, tapi tiap kali saya challenge untuk bertanya, tak asik dia. #argue
33. Questioning adalah part penting dalam interview dan diskusi. Sama seperti #argue, questioning perlu fokus, direct, dan jelas apa yang mau ditanya
34. Saya pernah bahas tentang orang yang nanya cuma untuk pamer, basa basi, dan tidak didasarkan oleh keingintahuan/proses belajar. #argue
35. Bertanyalah dengan didorong keinginan untuk belajar, melihat perspektif yang beda, untuk mengetahui yang tidak diketahui, atau tak jelas #argue
36. Kita memang tak begitu diajari untuk bertanya di bangku sekolah...kebanyakan hanya diajari menjawab. #argue
36. Padahal, "Creativity emerges when we ask a lot to find the right problem to be solved... #argue
37. Body language juga berperan dalam proses #argue . Eye contact, use of hands, smile, nodding, berguna untuk membuat proses jadi lebih kondusif
38. Walau sering tak mau dengar opini orang lain, for some reasons saya senang #argue dengan orang Italia yang menggunakan tanggannya dalam berpendapat
39. Begitulah cerita tentang #argue yang diilhami dari pengalaman interviewing candidate tadi siang. Semoga berguna! salam.
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Howard Schultz
Click Here! Another Tweets: Mencintai Indonesia
Thursday, April 4, 2013
Howard Schultz
Amazing speech by Howard #SchultzdiJKT CEO Starbuck. In a business where they don't have patent, the key success is people and relationship
#SchultzdiJKT : with average price of US$5 per cup, toko kopi ini bikin uang US$50 Billion per year...toko nya ada 62 negara
Howard Schultz adalah as iconic as Steve Jobs di dunia kopi (Gita Wirjawan) #SchultzdiJKT
Starbuck is a "people" company. They try to meet and exceed customer and their people's expectation #SchultzdiJKT
#SchultzdiJKT services business is not just serve the customers, but build relationship
To lead is to serve, to serve is to build connection..to lead is to build connection to your people and your customer #pelajaranHowardSchultz
CSR is not marketing. CSR is building connection between company and the people and the community #pelajaranHowardSchultz
Starbucks me re-train all of their employee untuk bikin kopi...bentuk culture humbleness dan selalu ingin belajar...#pelajaranHowardSchultz
Dengan harga rata-rata $5/cangkir, & revenue $10B saja, Starbuck jual 2 milyar cangkir kopi per tahun #pelajaranHowardSchultz
Gimana cara bikin toko kopi yang bisa jualan 2 milyar cangkir/tahun atau 5,5 juta cangkir/hari? #pelajaranHowardSchultz
Starbucks jualan values, baik itu experience, brands, apa pun..yang pasti mereka bikin relationship dengan pelanggannya. #pelajaranHowardSchultz
Relationship yang dibangun Starbucks bikin pelanggannya datang lagi dan datang lagi. It's a connection #pelajaranHowardSchultz
Connection dengan pelanggan hanya bisa dibangun dengan keikutsertaan employee nya. Starbucks tak cuma jualan kopi. #pelajaranHowardSchultz
Kalau Starbucks cuma jualan kopi, industri nya tak punya hak paten..siapa aja boleh nyeduh kopi dengan berbagai cara #pelajaranHowardSchultz
I learned a lot today...in business, uniqueness bisa dibangun dari cara kita connect ke pelanggan #pelajaranHowardSchultz
#pelajaranHowardSchultz memberikan kata "Cinta" dalam kamus melakukan bisnis. Salut!
in GE, we try to connect with our customer with co-creation- contributing to customer growth, in Starbucks, with love #pelajaranHowardSchultz
Saya akan belajar bagaimana mengaplikasikan konsep bisnis dengan "love and relationship" ini. #pelajaranHowardSchultz
kepada Starbucks-er, salam hormat dan kagum dari saya. Thanks sudah membawa Howard dan #pelajaranHowardSchultz ke Jakarta hari ini.
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Mencintai Indonesia
Click Here! Another Tweets: Upper Management Theory
#SchultzdiJKT : with average price of US$5 per cup, toko kopi ini bikin uang US$50 Billion per year...toko nya ada 62 negara
Howard Schultz adalah as iconic as Steve Jobs di dunia kopi (Gita Wirjawan) #SchultzdiJKT
Starbuck is a "people" company. They try to meet and exceed customer and their people's expectation #SchultzdiJKT
#SchultzdiJKT services business is not just serve the customers, but build relationship
To lead is to serve, to serve is to build connection..to lead is to build connection to your people and your customer #pelajaranHowardSchultz
CSR is not marketing. CSR is building connection between company and the people and the community #pelajaranHowardSchultz
Starbucks me re-train all of their employee untuk bikin kopi...bentuk culture humbleness dan selalu ingin belajar...#pelajaranHowardSchultz
Dengan harga rata-rata $5/cangkir, & revenue $10B saja, Starbuck jual 2 milyar cangkir kopi per tahun #pelajaranHowardSchultz
Gimana cara bikin toko kopi yang bisa jualan 2 milyar cangkir/tahun atau 5,5 juta cangkir/hari? #pelajaranHowardSchultz
Starbucks jualan values, baik itu experience, brands, apa pun..yang pasti mereka bikin relationship dengan pelanggannya. #pelajaranHowardSchultz
Relationship yang dibangun Starbucks bikin pelanggannya datang lagi dan datang lagi. It's a connection #pelajaranHowardSchultz
Connection dengan pelanggan hanya bisa dibangun dengan keikutsertaan employee nya. Starbucks tak cuma jualan kopi. #pelajaranHowardSchultz
Kalau Starbucks cuma jualan kopi, industri nya tak punya hak paten..siapa aja boleh nyeduh kopi dengan berbagai cara #pelajaranHowardSchultz
I learned a lot today...in business, uniqueness bisa dibangun dari cara kita connect ke pelanggan #pelajaranHowardSchultz
#pelajaranHowardSchultz memberikan kata "Cinta" dalam kamus melakukan bisnis. Salut!
in GE, we try to connect with our customer with co-creation- contributing to customer growth, in Starbucks, with love #pelajaranHowardSchultz
Saya akan belajar bagaimana mengaplikasikan konsep bisnis dengan "love and relationship" ini. #pelajaranHowardSchultz
kepada Starbucks-er, salam hormat dan kagum dari saya. Thanks sudah membawa Howard dan #pelajaranHowardSchultz ke Jakarta hari ini.
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Mencintai Indonesia
Click Here! Another Tweets: Upper Management Theory
Mencintai Indonesia
Apa yang membuatmu cinta pada Indonesia?
Pak Jolie, chiropractor saya, orang Prancis, pengen banget jadi WNI, sudah 35 tahun di Indonesia, bilang: "di Indonesia saya bisa punya banyak teman"
Hari, satpam, bilang dia cinta Indonesia karena "saya lahir di sini Pak"...(1)
"Trus, kalo kamu lahir di Inggris gimana Hari?" tanya saya. "Saya tetap cinta Indonesia Pak..karena saya kan orang Indonesia" jawabnya. (2)
Mang Usep (ga tau kenapa namanya bukan Asep aja), tukang nasgor saya, bilang dia cinta Indonesia karena "Saya cari makan di Indonesia"....(1)
"Trus kalo cari makannya di luar negeri, gimana?" tanya saya..."Ya uangnya saya kumpulin dan saya bawa ke Indonesia Pak"...(2)
Robin, interviewee, bilang dia ga tau apakah dia cinta Indonesia atau tidak.." yang penting bisa hidup aman dan makmur Pak" di mana ajalah..
Gono, sahabat saya sejak kecil, sekarang tentara ..bilang "gue cinta Indonesia karena ini tanah air gue!" Saya tanya, "tanah air" itu apa? dia diam
Tiap orang punya alasan, atau tidak punya alasan untuk menjawab kenapa saya cinta Indonesia...atau..apakah saya cinta Indonesia?
Atau...mungkin pertanyaannya jadi perlukah mencintai Indonesia?
Apakah karena kita lahir, cari makan, jatuh cinta sama orang Indonesia, ortu orang Indonesia, makanannya enak, dsb, kita perlu mencintai Indonesia?
Mencintai Indonesia, seperti juga mencintai orang, adalah masalah hati...pilihan...tak bisa juga dipaksa kayaknya
Pemaksaan, doktrinasi, himbauan, untuk mencintai Indonesia barangkali hanya akan melahirkan cinta palsu...sehingga melahirkan banyak hipokrit
Karena mencintai Indonesia adalah soal hati yang tertambat, maka tak lagi jadi soal kalaupun cinta tersebut bertepuk sebelah tangan..
Kalau Ibu saya, selalu bilang "to love is to give"...kalau pakai itung-itungan, ga ada yang bisa bikin beliau untung...
"mencintai Indonesia" adalah pertanyaan "self reflection"...once your answer is yes, the next things is to make action of "giving"..
Mencintai Indonesia adalah pilihan, yang dilakukan secara sadar...yang menghasilkan keinginan untuk memberi kepada Indonesia..apapun itu
ini tweets "reflection", tak mencari benar salah...semua orang bebas bertanya dan mencari jawabannya sendiri...tentang mencintai Indonesia
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Upper Management Theory
Click Here! Another Tweets: Pembangunan Infrastruktur dan Kemajuan Indonesia
Pak Jolie, chiropractor saya, orang Prancis, pengen banget jadi WNI, sudah 35 tahun di Indonesia, bilang: "di Indonesia saya bisa punya banyak teman"
Hari, satpam, bilang dia cinta Indonesia karena "saya lahir di sini Pak"...(1)
"Trus, kalo kamu lahir di Inggris gimana Hari?" tanya saya. "Saya tetap cinta Indonesia Pak..karena saya kan orang Indonesia" jawabnya. (2)
Mang Usep (ga tau kenapa namanya bukan Asep aja), tukang nasgor saya, bilang dia cinta Indonesia karena "Saya cari makan di Indonesia"....(1)
"Trus kalo cari makannya di luar negeri, gimana?" tanya saya..."Ya uangnya saya kumpulin dan saya bawa ke Indonesia Pak"...(2)
Robin, interviewee, bilang dia ga tau apakah dia cinta Indonesia atau tidak.." yang penting bisa hidup aman dan makmur Pak" di mana ajalah..
Gono, sahabat saya sejak kecil, sekarang tentara ..bilang "gue cinta Indonesia karena ini tanah air gue!" Saya tanya, "tanah air" itu apa? dia diam
Tiap orang punya alasan, atau tidak punya alasan untuk menjawab kenapa saya cinta Indonesia...atau..apakah saya cinta Indonesia?
Atau...mungkin pertanyaannya jadi perlukah mencintai Indonesia?
Apakah karena kita lahir, cari makan, jatuh cinta sama orang Indonesia, ortu orang Indonesia, makanannya enak, dsb, kita perlu mencintai Indonesia?
Mencintai Indonesia, seperti juga mencintai orang, adalah masalah hati...pilihan...tak bisa juga dipaksa kayaknya
Pemaksaan, doktrinasi, himbauan, untuk mencintai Indonesia barangkali hanya akan melahirkan cinta palsu...sehingga melahirkan banyak hipokrit
Karena mencintai Indonesia adalah soal hati yang tertambat, maka tak lagi jadi soal kalaupun cinta tersebut bertepuk sebelah tangan..
Kalau Ibu saya, selalu bilang "to love is to give"...kalau pakai itung-itungan, ga ada yang bisa bikin beliau untung...
"mencintai Indonesia" adalah pertanyaan "self reflection"...once your answer is yes, the next things is to make action of "giving"..
Mencintai Indonesia adalah pilihan, yang dilakukan secara sadar...yang menghasilkan keinginan untuk memberi kepada Indonesia..apapun itu
ini tweets "reflection", tak mencari benar salah...semua orang bebas bertanya dan mencari jawabannya sendiri...tentang mencintai Indonesia
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Upper Management Theory
Click Here! Another Tweets: Pembangunan Infrastruktur dan Kemajuan Indonesia
Upper Management Theory
1. Mudah-mudahan belum terlalu malam untuk sharing. Saya baru selesai diskusi dengan beberapa mahasiswa doktoral strategic management, dan ingin berbagi cerita diskusinya. #UMT
2. Agak sdikit teoritis malam ini.. :). Hal asik dari studi doktoral dalam bidang management adalah pencarian akar teori dari praktek management. #UMT
3. Jika akar teorinya diketahui, bisa dilakukan analisis kenapa praktek tersebut terjadi dan bagaimana menyediakan alternatif praktek lainnya. #UMT
4. Nah, yg tadi saya obrolkan dengan teman-teman adalah salah satu teori tentang organisasi..namanya Upper Management Theory. Makanya hashtag kali ini #UMT
5. #UMT bilang, kinerja, cara ambil keputusan, pilihan strategi sebuah organisasi bisa diprediksi dari background &karakteristik top managemennya
6. Nah, #UMT bisa digunakan misalnya untuk menjelaskan kenapa sebuah organisasi memilih orang ini atau orang itu jadi ketua umumnya. :D
7. #UMT bilang, pilihan strategi dan kinerja organisasi tak hanya tergantung dari proses leadership dan interaksi orang-orang di dalamnya saja.
8. Di sebuah organisasi, dikenal yang namanya Top Management Talent (TMT). Latar belakang dan karakteristiknya berperan sangat penting. #UMT
9. Gampangnya, dgn mengetahui latar belakang dan karakteristik top management ini, kita bisa menduga strategi pilihan sebuah organisasi. #UMT
10. Berikut ini adalah beberapa hasil riset tentang upper management theory (#UMT) dan implikasinya terhadap organisasi.
11. Organisasi yang TMT nya youth (anak-anak muda), cenderung berorientasi pada growth, dan organisasinya sering tumbuh lebih cepat. #UMT
12. Beberapa contoh adalah pesatnya pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang memiliki pucuk pimpinan anak-anak relatif muda. Seperti Gates melejitkan Microsoft. #UMT
13. Hehe bisa jadi bahan diskusi & debat yang asik kalo ada organisasi yang malah memilih orang-orang senior untuk memimpin, kalau tujuannya adalah growth. #UMT
14. Penelitian yang juga debatable menunjukkan bahwa organisasi dengan TMT aged (udah tua-tua), butuh waktu lebih lama untuk mengambil keputusan. #UMT
15. Organisasi with aged TMT, butuh lebih lama untuk mencari dan menyarikan informasi. Juga bikin keputusan hati-hati dan cenderung lama. #UMT
16. Penelitian lain, yang pastinya juga debatable, bilang bahwa TMT aged, tidak significantly bisa mengintegrasikan organisasi. naa lo naa loo..#UMT
17. #UMT juga memberikan studi empiris tentang homogenitas dari TMT di suatu organisasi, dengan kinerja dan cara pengambilan keputusan strategic.
18. Organisasi dengan TMT homogen (sama suku, sama hobi, sama sekolahan, sama gender, dst), cenderung jago dalam menghandle tugas rutin. #UMT
19. Tapi, TMT homogen ini tak jago untuk hasilkan alternatif-alternatif keputusan, yang membuat organisasi bisa lebih dinamis. #UMT
20. Bahkan ada penilitian yang menyatakan bahwa TMT yang homogen biasanya tak hasilkan keputusan strategis yang baik bagi organisasinya. #UMT
21. Groupthink (satu orang berkoar, yang lain jadi free rider, ngikut aja), sangat sering terjadi di organisasi yang TMT nya homogen. #UMT
22. Di environment stabil, organisasi dengan TMT homogen lebih mampu hasilkan profitability, but in volatile environment, heterogen TMT lebih mumpuni. #UMT
23. Kalo digabung dengan teori chaos, yang bilang organisasi jago adalah organisasi yang selalu ada di "edge of chaos", maka butuh TMT heterogen. #UMT
24. Tapi ada juga penelitian yang buktikan bahwa TMT homogen (terutama dalam ras, pendidikan, gender), lebih tinggi tingkat trustnya. #UMT
25. Jadi kalau semua boss nya cewek, atau cowok, atau orang batak, atau sama-sama dari pesantren, dsb, keputusan yang diambil lebih solid. #UMT
26. Cuma saja...ya, itu tadi, alternatif keputusan, kemampuan adaptif, kreatifitas, dsb jadi tak maksimal dengan TMT homogen. #UMT
27. Sedikit banyak temuan ini bisa jelaskan kenapa banyak perusahaan keluarga yang tak mau ada orang lain di TMT bisa gulung tikar. #UMT
28. Juga bisa jelaskan kenapa banyak perusahaan keluarga yang memilih CEO dalam TMT nya yang berasal dari luar keluarga. #UMT
29. Walaupun debatable, kebutuhan heterogenitas dari TMT makin diyakini penting saat ini, karena kita berada di volatile environment. #UMT
30. Penelitian #UMT lainnya menunjukkan bahwa organisasi dengan TMT multi fungsional career (pernah di sales, produksi, finance, dsb) lebih mumpuni
31. Singkatnya, peneliti ini menyarankan, jangan bikin TMT yang mayoritasnya orang finance semua, or orang produksi semua, or orang sales semua. #UMT
32. Sebuah perusahaan media misalnya, tak jadi lebih baik kalo TMTnya mantan wartawan semua. Walau fungsionalnya jago, manuver change nya lelet. #UMT
33. Jadi, kalo organisasi mau growth cepat, kreatif, dan adaptive, diperlukan TMT muda-muda dan berasal dari berbagai fungsional career track. #UMT
34. "Geng-geng" an, alumni PT ini, itu, dalam TMT juga jadi perhatian para peneliti #UMT. Mereka menilai tak lagi efektif homogenitas "geng" tsb
35. First, "gank" dalam TMT menipiskan peluang untuk dapat talent bagus. Second, "gank" TMT cenderung hasilkan strategic decision yang sama. #UMT
36. Sepertinya, para peniliti #UMT sepakat bahwa organisasi saat ini lebih baik ambil resiko heterogenitas daripada tak adaptif. #UMT
37. The job of CEO dalam #UMT adalah menjaga heterogenitas tersebut efektif. Mencari cara untuk meningkatkan trust dan soliditas organisasi.
38. Perlu adanya "revolusionist" dalam TMT...walau tak semua idenya diterima orang, tapi revolusionist akan memberi "api" pada organisasi. #UMT
39. Kalau semua TMT nya "revolusionist", tak asik juga..homogenity...bisa kebakar nanti organisasinya. #UMT
40. Begitu juga kalau CEO nya takut terhadap adanya "revolusionist", dan membuat TMT nya orang yang ingin jaga harmony, organisasi jadi lamban. #UMT
41. Pertanyaan berikutnya, seberapa besar sih TMT itu di organisasi? Board of Directors aja? apa ada lagi lainnya? #UMT
42. Secara teori, TMT adalah semua orang yg terlibat dalam pengambilan keputusan strategis. #UMT
43. Dalam prakteknya, ada lagi "organisasi" TMT di dalam TMT (owners, para petinggi nya petinggi, koordinators, dsb). #UMT
44. Ini yang bikin runyam. Harusnya, TMT satu aja, kalau sudah di-decide lalu dibawa ke atasnya TMT lagi, organisasi ilang trust. #UMT
45. Mending di level "TMT bawah" tadi tak usah diambil keputusan, bikin options of decisions aja. #UMT
46. Dihubungkan dengan teori lainnya, akan ketemu lagi bahwa birokrasi adalah musuh dari TMT yang efektif. #UMT
47. Leader harus passionate untuk memapas birokrasi. Extra worksnya untuk hadapi banyak direct report akan terbayar dengan efektifitas TMT. #UMT
48. So, that's it my friends...mau prediksi sperti apa sebuah organisasi berjalan dan berkinerja? Bisa dicoba dengan teori #UMT. Salam!
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Pembangunan Infrastruktur dan Kemajuan Indonesia
Click Here! Another Tweets: Simplification
2. Agak sdikit teoritis malam ini.. :). Hal asik dari studi doktoral dalam bidang management adalah pencarian akar teori dari praktek management. #UMT
3. Jika akar teorinya diketahui, bisa dilakukan analisis kenapa praktek tersebut terjadi dan bagaimana menyediakan alternatif praktek lainnya. #UMT
4. Nah, yg tadi saya obrolkan dengan teman-teman adalah salah satu teori tentang organisasi..namanya Upper Management Theory. Makanya hashtag kali ini #UMT
5. #UMT bilang, kinerja, cara ambil keputusan, pilihan strategi sebuah organisasi bisa diprediksi dari background &karakteristik top managemennya
6. Nah, #UMT bisa digunakan misalnya untuk menjelaskan kenapa sebuah organisasi memilih orang ini atau orang itu jadi ketua umumnya. :D
7. #UMT bilang, pilihan strategi dan kinerja organisasi tak hanya tergantung dari proses leadership dan interaksi orang-orang di dalamnya saja.
8. Di sebuah organisasi, dikenal yang namanya Top Management Talent (TMT). Latar belakang dan karakteristiknya berperan sangat penting. #UMT
9. Gampangnya, dgn mengetahui latar belakang dan karakteristik top management ini, kita bisa menduga strategi pilihan sebuah organisasi. #UMT
10. Berikut ini adalah beberapa hasil riset tentang upper management theory (#UMT) dan implikasinya terhadap organisasi.
11. Organisasi yang TMT nya youth (anak-anak muda), cenderung berorientasi pada growth, dan organisasinya sering tumbuh lebih cepat. #UMT
12. Beberapa contoh adalah pesatnya pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang memiliki pucuk pimpinan anak-anak relatif muda. Seperti Gates melejitkan Microsoft. #UMT
13. Hehe bisa jadi bahan diskusi & debat yang asik kalo ada organisasi yang malah memilih orang-orang senior untuk memimpin, kalau tujuannya adalah growth. #UMT
14. Penelitian yang juga debatable menunjukkan bahwa organisasi dengan TMT aged (udah tua-tua), butuh waktu lebih lama untuk mengambil keputusan. #UMT
15. Organisasi with aged TMT, butuh lebih lama untuk mencari dan menyarikan informasi. Juga bikin keputusan hati-hati dan cenderung lama. #UMT
16. Penelitian lain, yang pastinya juga debatable, bilang bahwa TMT aged, tidak significantly bisa mengintegrasikan organisasi. naa lo naa loo..#UMT
17. #UMT juga memberikan studi empiris tentang homogenitas dari TMT di suatu organisasi, dengan kinerja dan cara pengambilan keputusan strategic.
18. Organisasi dengan TMT homogen (sama suku, sama hobi, sama sekolahan, sama gender, dst), cenderung jago dalam menghandle tugas rutin. #UMT
19. Tapi, TMT homogen ini tak jago untuk hasilkan alternatif-alternatif keputusan, yang membuat organisasi bisa lebih dinamis. #UMT
20. Bahkan ada penilitian yang menyatakan bahwa TMT yang homogen biasanya tak hasilkan keputusan strategis yang baik bagi organisasinya. #UMT
21. Groupthink (satu orang berkoar, yang lain jadi free rider, ngikut aja), sangat sering terjadi di organisasi yang TMT nya homogen. #UMT
22. Di environment stabil, organisasi dengan TMT homogen lebih mampu hasilkan profitability, but in volatile environment, heterogen TMT lebih mumpuni. #UMT
23. Kalo digabung dengan teori chaos, yang bilang organisasi jago adalah organisasi yang selalu ada di "edge of chaos", maka butuh TMT heterogen. #UMT
24. Tapi ada juga penelitian yang buktikan bahwa TMT homogen (terutama dalam ras, pendidikan, gender), lebih tinggi tingkat trustnya. #UMT
25. Jadi kalau semua boss nya cewek, atau cowok, atau orang batak, atau sama-sama dari pesantren, dsb, keputusan yang diambil lebih solid. #UMT
26. Cuma saja...ya, itu tadi, alternatif keputusan, kemampuan adaptif, kreatifitas, dsb jadi tak maksimal dengan TMT homogen. #UMT
27. Sedikit banyak temuan ini bisa jelaskan kenapa banyak perusahaan keluarga yang tak mau ada orang lain di TMT bisa gulung tikar. #UMT
28. Juga bisa jelaskan kenapa banyak perusahaan keluarga yang memilih CEO dalam TMT nya yang berasal dari luar keluarga. #UMT
29. Walaupun debatable, kebutuhan heterogenitas dari TMT makin diyakini penting saat ini, karena kita berada di volatile environment. #UMT
30. Penelitian #UMT lainnya menunjukkan bahwa organisasi dengan TMT multi fungsional career (pernah di sales, produksi, finance, dsb) lebih mumpuni
31. Singkatnya, peneliti ini menyarankan, jangan bikin TMT yang mayoritasnya orang finance semua, or orang produksi semua, or orang sales semua. #UMT
32. Sebuah perusahaan media misalnya, tak jadi lebih baik kalo TMTnya mantan wartawan semua. Walau fungsionalnya jago, manuver change nya lelet. #UMT
33. Jadi, kalo organisasi mau growth cepat, kreatif, dan adaptive, diperlukan TMT muda-muda dan berasal dari berbagai fungsional career track. #UMT
34. "Geng-geng" an, alumni PT ini, itu, dalam TMT juga jadi perhatian para peneliti #UMT. Mereka menilai tak lagi efektif homogenitas "geng" tsb
35. First, "gank" dalam TMT menipiskan peluang untuk dapat talent bagus. Second, "gank" TMT cenderung hasilkan strategic decision yang sama. #UMT
36. Sepertinya, para peniliti #UMT sepakat bahwa organisasi saat ini lebih baik ambil resiko heterogenitas daripada tak adaptif. #UMT
37. The job of CEO dalam #UMT adalah menjaga heterogenitas tersebut efektif. Mencari cara untuk meningkatkan trust dan soliditas organisasi.
38. Perlu adanya "revolusionist" dalam TMT...walau tak semua idenya diterima orang, tapi revolusionist akan memberi "api" pada organisasi. #UMT
39. Kalau semua TMT nya "revolusionist", tak asik juga..homogenity...bisa kebakar nanti organisasinya. #UMT
40. Begitu juga kalau CEO nya takut terhadap adanya "revolusionist", dan membuat TMT nya orang yang ingin jaga harmony, organisasi jadi lamban. #UMT
41. Pertanyaan berikutnya, seberapa besar sih TMT itu di organisasi? Board of Directors aja? apa ada lagi lainnya? #UMT
42. Secara teori, TMT adalah semua orang yg terlibat dalam pengambilan keputusan strategis. #UMT
43. Dalam prakteknya, ada lagi "organisasi" TMT di dalam TMT (owners, para petinggi nya petinggi, koordinators, dsb). #UMT
44. Ini yang bikin runyam. Harusnya, TMT satu aja, kalau sudah di-decide lalu dibawa ke atasnya TMT lagi, organisasi ilang trust. #UMT
45. Mending di level "TMT bawah" tadi tak usah diambil keputusan, bikin options of decisions aja. #UMT
46. Dihubungkan dengan teori lainnya, akan ketemu lagi bahwa birokrasi adalah musuh dari TMT yang efektif. #UMT
47. Leader harus passionate untuk memapas birokrasi. Extra worksnya untuk hadapi banyak direct report akan terbayar dengan efektifitas TMT. #UMT
48. So, that's it my friends...mau prediksi sperti apa sebuah organisasi berjalan dan berkinerja? Bisa dicoba dengan teori #UMT. Salam!
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Pembangunan Infrastruktur dan Kemajuan Indonesia
Click Here! Another Tweets: Simplification
Sunday, March 24, 2013
Pembangunan Infrastruktur dan Kemajuan Indonesia
Laporan World Bank: peningkatan 1% pemakaian GDP untuk infrastruktur akan menaikkan global GDP 2%, dan GDP negara berkembang 7%
Studi McKinsey : peningkatan 1% GDP untuk infrastruktur = tambahan lapangan kerja 3.4 jt di India, 1.4 jt di US, dan 700,000 di Indonesia
Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa peningkatan investasi di infrastruktur akan mengurangi tingkat perbedaan pendapatan
Pembangunan infrastruktur penting karena itu adalah kunci dari kemajuan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi
IMF analisis 5 negara ASEAN, dan temukan bahwa perbaikan infrastruktur memberikan efek yang signifikan terhadap pemerataan distribusi pendapatan
McKinsey mengestimasi bahwa sekitar 57 triliun dollar dibutuhkan untuk investasi infrastruktur dunia dari sekarang sampai tahun 2030
Asian Development Bank mengestimasi bahwa 1/3 sampai dengan 1/2 dari kebutuhan infrastruktur dunia ada di negara-negara Asia Pacific
China saja membutuhkan lebih dari 70 airport baru dan 1,000 pesawat baru dalam tiga tahun ke depan
Indonesia masih butuh 30 - 50 Gigawatt pasokan listrik sebelum tahun 2020
Bagaimana melihat infrastruktur ke depan dibangun? Pertama infrastruktur ini semakin global, dengan target international connectivity
Kedua, pembangunan infrastruktur menunjukkan perubahan pada cara pembiayaannya. Private equity, PPP, dan ECA financing memainkan peranan
Ketiga, kemunculan teknologi baru menghasilkan perubahan dalam cara dan fokus pembangunan infrastruktur
Industrial internet, menghasilkan fokus baru dalam pembangunan infrastruktur, yaitu fokus terhadap services industry
Tele medicine contohnya, ini adalah pembangunan infrastruktur baru untuk memecahkan masalah kesehatan pedesaan
Pasien di payakumbuh, akan di USG dengan alat USG mobile (dan CT Scan mobile nantinya), dan hasilnya dibahas oleh pakar di JKT, atau Singapore
Penemuan shale gas di US, akan mengubah peta supply energy dunia..dan juga fokus pembangunan infrastruktur, yaitu distribusi gas
Teknologi gas yang di "compact"kan, CNG, dan LNG mini, akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur distribusi gas
Teknologi penyediaan listrik di pedesaan dan pulau-pulau yang tak tersambung ke grid (off grid) akan jadi area pembangunan baru
Pembangunan listrik dengan sumberdaya terbarukan sperti biomass, angin, surya, ombak, merupakan ajang pertempuran inovasi
Nah, apa yang bisa membuat Indonesia mampu mencapai pembangunan infrastrukturnya dengan cepat? Itu yang jadi pertanyaan kita sekarang
Karena pembangunan infrastruktur butuh waktu yang cukup lama dan biaya besar, maka Indonesia butuh beberapa hal mendasar agar bisa sukses
Pertama adalah komitmen politik yang jelas dan "durable". Jangan gonta ganti terus kebijakannya. Harus ada cetak biru yang jelas
Adanya MP3EI sekarang ini sangat membantu, semua pihak perlu mengawal eksekusinya dengan baik..cape kalau terus berdebat saja dan mengeksekusi
Perlu adanya regulasi yang transparan, masuk akal-memperhatikan kondisi ekonomi global, dan cepat eksekusinya
Jangan habis waktu untuk berbedebat tentang regulasi ini, kebutuhan infrastruktur semakin mendesak, lama berarti ketinggalan dan tak kompetitif
Kalau infrastruktur Indonesia tak siap, para investor yang mau bangun pabrik di ASEAN akan bangun di Vietnam, atau malah di Myanmar
Investor yang mau bangun fasilitas itu tak hanya melihat biaya labor, tapi juga transportasi untuk pengiriman barang yang mereka bikin
Saat ini, biaya produksi di Indonesia mungkin murah, tapi biaya transportasinya mahal banget...nggak menarik kalau produksi untuk pasar ekspor
Hal ketiga yang perlu dipunyai Indonesia adalah proses procurement yang transparan, cepat, dan baik. Birokrasi dan korupsi itu musuh banget
Procurement yang jelek juga bikin pemilik teknologi tinggi males ikut serta dalam pembangunan infrastruktur...akibatnya kita dapat tech kuno terus
Hal terakhir adalah workforce atau tenaga kerja lokal yang semakin trampil. Pembangunan infrastruktur modern bertumpu pada skilled workforce
Pendidikan Indonesia sangat penting peranannya untuk kemajuan Indonesia...local workfoce yang skillfull akan mempercepat pembangunan infrastruktur
Melihat 4 faktor tadi, (komitmen politik, regulasi, procurement process, dan skilled workfoce), banyak yang perlu dibenahi oleh Indonesia
Semua sudah dipahami oleh para pelaku pembangunan di negara kita, ada upaya juga ke arah sana...we just need to be faster to execute the plan
Itulah cerita malam minggu kali ini...pembangunan infrastruktur dan kemajuan Indonesia...semoga berguna! Salam!
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Simplification
Click Here! Another Tweets: Hiring
Saturday, March 16, 2013
Simplification
1. How about discussing Simplification di malam minggu? :D.. #Simply
2. In this globalization era, Simplification adalah salah satu jurus sakti agar perusahaan menjadi winner in their competition. #Simply
3. Sesungguhnya, ketika sebuah perusahaan baru mulai, semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan simple. #Simply
4. Tapi ketika membesar, perusahaan perlu menerapkan kontrol, managing risk, tambah orang, dst..proses jadi complex. #Simply
5. Think about small company...pedagang elektronik di glodok dulu, apa aja yang diminta customer bisa disediakan dengan cepat. #Simply
6. Istilahnya LMGA : Lu mau Gue ada. dan AGAB : Apa aja gue anter besok. Managemen terhebat! Hehe. #Simply
7. But when the company grows, they develop processes, managing something..which many times become over manage. #Simply
8. The game of big company is how to continue become bigger, but still able move like a small company. #Simply
9. Apalagi ketika perusahaan doing the operation globally...speed become a critical issue. #Simply
10. Seringkali perusahaan membuat proses yang tak perlu, karena takut tak terkontrol, takut tak managing risk. #Simply
11. Simplification has to be a culture, not a project. A company should have people who want to simplify things, avoid bureaucracy #Simply
12. Simplification is a mindset of making things faster, cheaper, better...#Simply
13. Berdasar riset empiris, orang Indonesia cenderung suka dengan "power distance" yang merupakan bibit birokrasi dan anti simplifikasi. #Simply
14. Banyak hal yang ada di kita serba kompleks, mungkin juga karena cara berpikir kita kompleks, dan membuat things jadi lama. #Simply
15. "Power Distance", yang melahirkan kultur birokrasi, membuat prosedur jadi semacam dogma yang tak boleh dilanggar. #Simply
16. "Speed", bukanlah kata yang populer dalam sejarah dan kultur kita. We like more "alon-alon asal kelakon". #Simply\
17. Kita tak terlatih bergerak dan menghasilkan sesuatu lebih cepat..."Belanda masih jauh..." sering jadi kredo untuk tak perlu cepat. #Simply
18. Cara berpikir & bertindak yang lamban, dan kesukaan untuk menunda-nunda sesuatu ("ntar ajaa..ngopi duluu..") tak bikin kita kompetitif #Simply
19. Seringkali untuk memperbaiki perusahaan agar mampu lakukan Simplification, yang dibenerin cuma prosesnya, bukan cara pikir orangnya. #Simply
20. We need to change the way we think...start with facing reality: there is always a trade off on whatever we want to do. #Simply
21. Tak bisa semuanya dilakukan, tak bisa kita satisfy everybody...Ada pilihan yang harus dibuat...we have to make priority and focus. #Simply
22. Resiko akan selalu ada...tak bisa dinol kan..paling hanya diminimalkan, dan dimanage dampaknya. #Simply
23. Simplification adalah memetakan masalah, proses, trade off, dan options...lalu mengambil tindakan. #Simply
24. Jangan ragu untuk ambil keputusan... Kan sudah dibilang hanya Icuk yang boleh ragu-ragu. :) #Simply
25. Kompleksitas pikiran dan proses sering terjadi karena kita tak mampu memetakan issues dan options nya. #Simply
26. Cara berpikir bisa dilatih agar bisa membuat kotak-kotak permasalah dan optionsnya. #Simply
27. Simplification juga sangat terkait dengan inovasi...menghasilkan proses baru atau memperbaiki yang ada agar lebih efisien. #Simply
28. "pooling" strategy spt "pooling services" or "pooling production", adalah langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk simplification #Simply
29. Dan banyak lagi strategi teknis lainnya. Tapi buat saya tetap yang penting adalah membuat kultur simplification itu sendiri. #Simply
30. Peranan leader sangat penting dalam simplification..proses & prosedur tetap tak akan berubah tanpa ada leader yang mempertanyakan. #Simply
31. "A good leader challenge status quo" begitu kata Kouzes dan Posner. #Simply
32. Mengubah sistem birokrasi dan kelambanan, jauh lebih berat daripada membuatnya. Makanya revolution leader diperlukan. #Simply
33. Hanya, good leader saja tak cukup mampu untuk mengubah sistem birokrasi..dibutuhkan good followers too. #Simply
34. Kalau leadernya berjuang jungkir balik, tapi followersnya takut untuk melakukan perubahan, tak jalan itu revolusi. #Simply
35. Diperlukan lebih dari hanya seorang leader untuk dapat melakukan revolusi. #Simply
36. When leading the activity of simplification, start with showing the fact "how bad we are with the current process" #Simply
37. Bandingkan dan bandingkan, increase the bar...ini cara agar proses kita bisa di improve. #Simply
38. Agar Indonesia bisa lebih maju, future leadersnya diharapkan terus melakukan perbandingan dengan global competition. #Simply
39. Karena tak semua proses bisa dibuang, maka Simplification adalah orchestrating mulitple process secara efisien. #Simply
40. Oleh karena itu, selain speed, maka skill leaders yang dituntut dalam simplification adalah multi-tasking. #Simply
41. Cara berkomunikasi juga perlu diubah. Email yang panjang lebar seringkali tak terbaca. Fokus dan singkat lebih dibutuhkan. #Simply
42. Dalam dunia per emailan bisnis, dianggap sopan kok kalau langsung to the point, tanpa basa basi ataupun salam yang panjang. #Simply
43. Saya selalu push team agar bikin email direct. "This is what happened..1), 2), 3)..and this is our options to do 1), 2), 3)" #Simply
44. Karena email tak berintonasi, tak perlu cepat-cepat tersinggung or ngambek dengan email yang tak seselera. Pick up the phone untuk kejelasan. #Simply
45. Again, simplification adalah kultur, jadi banyak operasi yang harus diadjust kultur nya agar lebih simple. Termasuk email. #Simply
46. Simplification tak hanya ngebenerin pabrik dan proses produksi atau motong jumlah karyawan. #Simply
47. Simplification adalah kultur, inovasi, dan kreatifitas untuk membuat perusahaan (dan juga diri) jadi lebih kompetitif. #Simply
48. Simplification dimulai dari awareness, mapping, assess risk, and keberanian untuk take action (sometime revolutionary action). #Simply
49. Simplification adalah salah satu jawaban agar Indonesia jadi lebih competitive di global world. #Simply
50. Habis. Semoga bermanfaat. Salam. #Simply
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Hiring
Click Here! Another Tweets: Viking
2. In this globalization era, Simplification adalah salah satu jurus sakti agar perusahaan menjadi winner in their competition. #Simply
3. Sesungguhnya, ketika sebuah perusahaan baru mulai, semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan simple. #Simply
4. Tapi ketika membesar, perusahaan perlu menerapkan kontrol, managing risk, tambah orang, dst..proses jadi complex. #Simply
5. Think about small company...pedagang elektronik di glodok dulu, apa aja yang diminta customer bisa disediakan dengan cepat. #Simply
6. Istilahnya LMGA : Lu mau Gue ada. dan AGAB : Apa aja gue anter besok. Managemen terhebat! Hehe. #Simply
7. But when the company grows, they develop processes, managing something..which many times become over manage. #Simply
8. The game of big company is how to continue become bigger, but still able move like a small company. #Simply
9. Apalagi ketika perusahaan doing the operation globally...speed become a critical issue. #Simply
10. Seringkali perusahaan membuat proses yang tak perlu, karena takut tak terkontrol, takut tak managing risk. #Simply
11. Simplification has to be a culture, not a project. A company should have people who want to simplify things, avoid bureaucracy #Simply
12. Simplification is a mindset of making things faster, cheaper, better...#Simply
13. Berdasar riset empiris, orang Indonesia cenderung suka dengan "power distance" yang merupakan bibit birokrasi dan anti simplifikasi. #Simply
14. Banyak hal yang ada di kita serba kompleks, mungkin juga karena cara berpikir kita kompleks, dan membuat things jadi lama. #Simply
15. "Power Distance", yang melahirkan kultur birokrasi, membuat prosedur jadi semacam dogma yang tak boleh dilanggar. #Simply
16. "Speed", bukanlah kata yang populer dalam sejarah dan kultur kita. We like more "alon-alon asal kelakon". #Simply\
17. Kita tak terlatih bergerak dan menghasilkan sesuatu lebih cepat..."Belanda masih jauh..." sering jadi kredo untuk tak perlu cepat. #Simply
18. Cara berpikir & bertindak yang lamban, dan kesukaan untuk menunda-nunda sesuatu ("ntar ajaa..ngopi duluu..") tak bikin kita kompetitif #Simply
19. Seringkali untuk memperbaiki perusahaan agar mampu lakukan Simplification, yang dibenerin cuma prosesnya, bukan cara pikir orangnya. #Simply
20. We need to change the way we think...start with facing reality: there is always a trade off on whatever we want to do. #Simply
21. Tak bisa semuanya dilakukan, tak bisa kita satisfy everybody...Ada pilihan yang harus dibuat...we have to make priority and focus. #Simply
22. Resiko akan selalu ada...tak bisa dinol kan..paling hanya diminimalkan, dan dimanage dampaknya. #Simply
23. Simplification adalah memetakan masalah, proses, trade off, dan options...lalu mengambil tindakan. #Simply
24. Jangan ragu untuk ambil keputusan... Kan sudah dibilang hanya Icuk yang boleh ragu-ragu. :) #Simply
25. Kompleksitas pikiran dan proses sering terjadi karena kita tak mampu memetakan issues dan options nya. #Simply
26. Cara berpikir bisa dilatih agar bisa membuat kotak-kotak permasalah dan optionsnya. #Simply
27. Simplification juga sangat terkait dengan inovasi...menghasilkan proses baru atau memperbaiki yang ada agar lebih efisien. #Simply
28. "pooling" strategy spt "pooling services" or "pooling production", adalah langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk simplification #Simply
29. Dan banyak lagi strategi teknis lainnya. Tapi buat saya tetap yang penting adalah membuat kultur simplification itu sendiri. #Simply
30. Peranan leader sangat penting dalam simplification..proses & prosedur tetap tak akan berubah tanpa ada leader yang mempertanyakan. #Simply
31. "A good leader challenge status quo" begitu kata Kouzes dan Posner. #Simply
32. Mengubah sistem birokrasi dan kelambanan, jauh lebih berat daripada membuatnya. Makanya revolution leader diperlukan. #Simply
33. Hanya, good leader saja tak cukup mampu untuk mengubah sistem birokrasi..dibutuhkan good followers too. #Simply
34. Kalau leadernya berjuang jungkir balik, tapi followersnya takut untuk melakukan perubahan, tak jalan itu revolusi. #Simply
35. Diperlukan lebih dari hanya seorang leader untuk dapat melakukan revolusi. #Simply
36. When leading the activity of simplification, start with showing the fact "how bad we are with the current process" #Simply
37. Bandingkan dan bandingkan, increase the bar...ini cara agar proses kita bisa di improve. #Simply
38. Agar Indonesia bisa lebih maju, future leadersnya diharapkan terus melakukan perbandingan dengan global competition. #Simply
39. Karena tak semua proses bisa dibuang, maka Simplification adalah orchestrating mulitple process secara efisien. #Simply
40. Oleh karena itu, selain speed, maka skill leaders yang dituntut dalam simplification adalah multi-tasking. #Simply
41. Cara berkomunikasi juga perlu diubah. Email yang panjang lebar seringkali tak terbaca. Fokus dan singkat lebih dibutuhkan. #Simply
42. Dalam dunia per emailan bisnis, dianggap sopan kok kalau langsung to the point, tanpa basa basi ataupun salam yang panjang. #Simply
43. Saya selalu push team agar bikin email direct. "This is what happened..1), 2), 3)..and this is our options to do 1), 2), 3)" #Simply
44. Karena email tak berintonasi, tak perlu cepat-cepat tersinggung or ngambek dengan email yang tak seselera. Pick up the phone untuk kejelasan. #Simply
45. Again, simplification adalah kultur, jadi banyak operasi yang harus diadjust kultur nya agar lebih simple. Termasuk email. #Simply
46. Simplification tak hanya ngebenerin pabrik dan proses produksi atau motong jumlah karyawan. #Simply
47. Simplification adalah kultur, inovasi, dan kreatifitas untuk membuat perusahaan (dan juga diri) jadi lebih kompetitif. #Simply
48. Simplification dimulai dari awareness, mapping, assess risk, and keberanian untuk take action (sometime revolutionary action). #Simply
49. Simplification adalah salah satu jawaban agar Indonesia jadi lebih competitive di global world. #Simply
50. Habis. Semoga bermanfaat. Salam. #Simply
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Hiring
Click Here! Another Tweets: Viking
Tuesday, March 12, 2013
Hiring
1. Minggu malam..waktunya untuk berbagi cerita.. :) Kali ini tentang bagaimana employer mencari employee. #hiring
2. Pasar talent yang bagus saat ini sangat kompetitif...talent pool yang ada, biasanya sudah diperebutkan dari sebelum ada lowongan. #hiring
3. Untuk cari talent, perusahaan bisa pasang iklan, hub head hunter, atau mendapatkan rekomendasi dari orang lain. #hiring
4. Cerita malam ini ditujukan pada para talent yang ingin mencari kerja. Agar tahu sudut pandang employer dalam mencari talent. #hiring
5. Tiap perusahaan punya cara dan cara pandang berbeda. Yang saya share hanya yang saya tahu dan saya lakukan di GE. #hiring
6. Talent perlu membangun network yang luas, leaders and HR people adalah para recomender terbaik. Syaratnya, anda harus bagus. #hiring
7. Network ini bagai pisau bermata dua. If you consistently good, mereka akan merekomendasikan dengan bagus..tapi begitu pula sebaliknya. #hiring
8. So, kalau mau terus berada dalam great rekomendation circle, jagalah prestasi agar tetap bagus. #hiring
9. Para rekomender ini perlu 1 or 2 "wow" things yang mereka harus ingat terus dari anda. So, you have to have "wow" things. #hiring
10. Then, CV adalah yang para employer lihat ketika pertama kali mencoba mengenal anda. #hiring
11. For me, I hate long CV..apalagi yang njelimet...2 pages are max. #hiring
12. Buat saya, CV yang menuliskan "kepribadian" juga tak menarik...apalagi kalau ditulis klise: suka kerja keras, kreatif, dsb. #hiring
13. CV yang too "fancy" dengan gambar/foto dan macam-macam hiasan juga terasa "lebay". I like CV yang direct. #hiring
14. No foto gaya (apalagi ber'sexy' ria) in CV. Your CV is not your facebook or blog. #hiring
15. Tapi juga bikin ketawa kalo liat CV dengan foto muka cemberut-serius seperti pas foto di ijazah SD/SMP. #hiring
16. Sangat boleh creative dalam memperkenalkan diri di CV. Tapi cari cara yang menarik dan beda dari yang kebanyakan. #hiring
17. What i read on CV: education, work experience, and what they achieve on those, and other interesting fact (if any). #hiring
18. Juara lomba Adzan di SD, rasanya tak perlu dimasukkan di CV. Batasi prestasi yang mau dituliskan. Pilih yang ada "wow" thing nya. #hiring
19. Remember, CV is not for you...it is for the one who read it. Nah, karena ini soal cari kerja, jadi lihat dari kacamata employer. #hiring
20. Uniqueness information...itu yang "eye cathcing" bagi para employer dalam good CV. #hiring
21. Pernah mendaki Gn Kilimanjaro akan lebih "eye catching" daripada informasi IPK 3.1 di CV. (Unless IPKnya 4.0 or Cum Laude). #hiring
22. Jangan pernah bo'ong in your CV. Kadang, demi "menjual", CV sering di"gede-gede"in. Bo'ong is your dead end dalam cari kerja. #hiring
23. Nah, CV adalah jalur masuk pertama untuk bisa cari kerja. Kalau lolos, akan dipanggil interview. #hiring
24. Kita bicara interview sekarang. The first 5 minutes interview determine everything. #hiring
25. First impression itu penting sekali dalam interview. Jabat tangan yang firm, smile, cara menyapa, dressing, play a big role. #hiring
26. Do not overdress...lihat dulu background kantor yang mau anda lamar. Sesuaikan your dressing with their culture. #hiring
27. Kecuali anda emang unique dan jago banget, untuk amannya better follow the "business attire" ketika interview. #hiring
28. Walau saya juga pake ransel, but I dont like interviewee datang ke kamar saya dengan bawa ransel atau tas gede-gede. Titipin aja dulu. #hiring
29. Walau saya penggemar olah raga, males juga liat interviewee datang keringetan dan proudly say "i just came with bike or running". #hiring
30. Prepare...itu kuncinya..datang beberapa menit sebelumnya, rapikan diri, dan masuki ruangan interview tanpa banyak barang bawaan. #hiring
31. No smelly! man, sehebat apa pun anda, kalau saat interview nya anda lupa ilangin bau badan, ancur lah dunia! #hiring
32. Ok then..tampilan sudah ok, now, jabat tangan dengan firm (tak perlu terlalu keras sampe bikin tangan interviewernya sakit) and smile!. #hiring
33. Duduklah di tempat di mana anda bisa menjaga "Eye contact" dengan baik. Eye contact ini penting. #hiring
34. I don't like interviewee yang terus menunduk dan tak melihat mata saya. #hiring
35. You may start the conversation dengan satu dua komen mengenai ruangan, kantor, dsb. Jangan kebanyakan, lebay nantinya. #hiring
36. Jaga posisi duduk dengan baik, show that you have confident, dan serius dengan interview ini. #hiring
37. Now, jika proses basa basi sudah selesai, start with introducing yourself. Start straight dulu. dan jangan oversell.. #hiring
38. I don't like when people do oversell...oversell malah killing the opportunity. Be humble but confident. #hiring
39. Then when discussion sudah flowing, first I will look for someone with good communication skill: Simple and direct. #hiring
40. Don't like interviewee yang ngomongnya muter-muter ketika jawab pertanyaan. Skill yang bagus adalah yang bisa me-simplify kompleks ideas. #hiring
41. Sesudah itu, saya sangat memperhatikan analytical skill. Di sini biasanya banyak interviewee yang tak lolos. #hiring
42. Seringkali mereka tak bisa menganalisis karena waktu mau interview tak cukup informasi tentang perusahaan tersebut, dan industrinya. #hiring
43. Sekarang kan udah ada google ya...cari dengan lengkap perusahaan yang anda mau lamar itu...tak hanya produknya, tapi juga industri dynamicnya. #hiring
44. Peluang akan ilang langsung kalau anda salah komen tentang perusahaan yang anda mau lamar. Misalnya "GE jual TV plasma Pak?" halaah! #hiring
45. I love interviewing people yang sudah cari info lengkap...well prepared person akan menjadikan interview proses diskusi yang baik. #hiring
46. Kalau anda diajak diskusi banyak soal perusahaan yang mau dilamar, berarti interview anda punya peluang besar. #hiring
47. Kalau anda kebanyakan ditanya tentang diri anda, dan interviewer tak tertarik mendengarkan pendapat anda, udah tanda-tanda ga asik tuh. #hiring
48. Analytical skill...ini yang bolak balik saya sering sampaikan. Employer looking for someone yang bisa berpendapat dengan analisis yang baik. #hiring
49. Know the issue, pilah-pilah or structurize it, get one or two as the focus, have options of solution, and simplify. That's the key! #hiring
50. Employer assess the flow of thinking of our interviewee. From big picture to focus things are the one that we normally like. #hiring
51. Jawab pertanyaan interview dengan jujur...mending jawab nggak tau daripada ketauan bo'ong or cheap tricking. #hiring
52. "Saya belum punya cukup info tentang itu pak/bu, but if you give me a chance, I will comeback with my thoughts on email" is nice. #hiring
53. i really love interviewees yang challenging dengan pendapat berbeda dengan rasionalisasi yang baik...Tapi jangan jadi debat kusir. #hiring
54. Saya mencari orang yang bilang "menurut saya ini yang bisa dilakukan pak..1, 2, 3...alasannya...1, 2, 3...". #hiring
55. Selesai diskusi, closing juga penting...Again, don't be "too much" puja puji atau harapan agar bisa diterima. Easy aja. #hiring
56. A good quick joke dalam closing bisa bikin anda diingat oleh interviewer. Bukan joke seperti kepada sesama teman ya.. #hiring
57. Pamit, firm handshake, tak perlu menunduk-nunduk, and leave with confidence. I put attention on the way interviewee leaving my room. #hiring
58. A good short and direct thank you email to the interviewer adalah hal yang baik untuk dilakukan. #hiring
59. Try to make your interviewer become your friend/network...even anda tak diterima misalnya. #hiring
60. Jika tersaring, interviewer/perusahaan biasanya mencari referensi secara informal tentang anda. Nah, ini pentingnya good reputation. #hiring
61. That's it...semoga bermanfaat. Selamat malam. #hiring
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Viking
Click Here! Another Tweets: Inovasi
2. Pasar talent yang bagus saat ini sangat kompetitif...talent pool yang ada, biasanya sudah diperebutkan dari sebelum ada lowongan. #hiring
3. Untuk cari talent, perusahaan bisa pasang iklan, hub head hunter, atau mendapatkan rekomendasi dari orang lain. #hiring
4. Cerita malam ini ditujukan pada para talent yang ingin mencari kerja. Agar tahu sudut pandang employer dalam mencari talent. #hiring
5. Tiap perusahaan punya cara dan cara pandang berbeda. Yang saya share hanya yang saya tahu dan saya lakukan di GE. #hiring
6. Talent perlu membangun network yang luas, leaders and HR people adalah para recomender terbaik. Syaratnya, anda harus bagus. #hiring
7. Network ini bagai pisau bermata dua. If you consistently good, mereka akan merekomendasikan dengan bagus..tapi begitu pula sebaliknya. #hiring
8. So, kalau mau terus berada dalam great rekomendation circle, jagalah prestasi agar tetap bagus. #hiring
9. Para rekomender ini perlu 1 or 2 "wow" things yang mereka harus ingat terus dari anda. So, you have to have "wow" things. #hiring
10. Then, CV adalah yang para employer lihat ketika pertama kali mencoba mengenal anda. #hiring
11. For me, I hate long CV..apalagi yang njelimet...2 pages are max. #hiring
12. Buat saya, CV yang menuliskan "kepribadian" juga tak menarik...apalagi kalau ditulis klise: suka kerja keras, kreatif, dsb. #hiring
13. CV yang too "fancy" dengan gambar/foto dan macam-macam hiasan juga terasa "lebay". I like CV yang direct. #hiring
14. No foto gaya (apalagi ber'sexy' ria) in CV. Your CV is not your facebook or blog. #hiring
15. Tapi juga bikin ketawa kalo liat CV dengan foto muka cemberut-serius seperti pas foto di ijazah SD/SMP. #hiring
16. Sangat boleh creative dalam memperkenalkan diri di CV. Tapi cari cara yang menarik dan beda dari yang kebanyakan. #hiring
17. What i read on CV: education, work experience, and what they achieve on those, and other interesting fact (if any). #hiring
18. Juara lomba Adzan di SD, rasanya tak perlu dimasukkan di CV. Batasi prestasi yang mau dituliskan. Pilih yang ada "wow" thing nya. #hiring
19. Remember, CV is not for you...it is for the one who read it. Nah, karena ini soal cari kerja, jadi lihat dari kacamata employer. #hiring
20. Uniqueness information...itu yang "eye cathcing" bagi para employer dalam good CV. #hiring
21. Pernah mendaki Gn Kilimanjaro akan lebih "eye catching" daripada informasi IPK 3.1 di CV. (Unless IPKnya 4.0 or Cum Laude). #hiring
22. Jangan pernah bo'ong in your CV. Kadang, demi "menjual", CV sering di"gede-gede"in. Bo'ong is your dead end dalam cari kerja. #hiring
23. Nah, CV adalah jalur masuk pertama untuk bisa cari kerja. Kalau lolos, akan dipanggil interview. #hiring
24. Kita bicara interview sekarang. The first 5 minutes interview determine everything. #hiring
25. First impression itu penting sekali dalam interview. Jabat tangan yang firm, smile, cara menyapa, dressing, play a big role. #hiring
26. Do not overdress...lihat dulu background kantor yang mau anda lamar. Sesuaikan your dressing with their culture. #hiring
27. Kecuali anda emang unique dan jago banget, untuk amannya better follow the "business attire" ketika interview. #hiring
28. Walau saya juga pake ransel, but I dont like interviewee datang ke kamar saya dengan bawa ransel atau tas gede-gede. Titipin aja dulu. #hiring
29. Walau saya penggemar olah raga, males juga liat interviewee datang keringetan dan proudly say "i just came with bike or running". #hiring
30. Prepare...itu kuncinya..datang beberapa menit sebelumnya, rapikan diri, dan masuki ruangan interview tanpa banyak barang bawaan. #hiring
31. No smelly! man, sehebat apa pun anda, kalau saat interview nya anda lupa ilangin bau badan, ancur lah dunia! #hiring
32. Ok then..tampilan sudah ok, now, jabat tangan dengan firm (tak perlu terlalu keras sampe bikin tangan interviewernya sakit) and smile!. #hiring
33. Duduklah di tempat di mana anda bisa menjaga "Eye contact" dengan baik. Eye contact ini penting. #hiring
34. I don't like interviewee yang terus menunduk dan tak melihat mata saya. #hiring
35. You may start the conversation dengan satu dua komen mengenai ruangan, kantor, dsb. Jangan kebanyakan, lebay nantinya. #hiring
36. Jaga posisi duduk dengan baik, show that you have confident, dan serius dengan interview ini. #hiring
37. Now, jika proses basa basi sudah selesai, start with introducing yourself. Start straight dulu. dan jangan oversell.. #hiring
38. I don't like when people do oversell...oversell malah killing the opportunity. Be humble but confident. #hiring
39. Then when discussion sudah flowing, first I will look for someone with good communication skill: Simple and direct. #hiring
40. Don't like interviewee yang ngomongnya muter-muter ketika jawab pertanyaan. Skill yang bagus adalah yang bisa me-simplify kompleks ideas. #hiring
41. Sesudah itu, saya sangat memperhatikan analytical skill. Di sini biasanya banyak interviewee yang tak lolos. #hiring
42. Seringkali mereka tak bisa menganalisis karena waktu mau interview tak cukup informasi tentang perusahaan tersebut, dan industrinya. #hiring
43. Sekarang kan udah ada google ya...cari dengan lengkap perusahaan yang anda mau lamar itu...tak hanya produknya, tapi juga industri dynamicnya. #hiring
44. Peluang akan ilang langsung kalau anda salah komen tentang perusahaan yang anda mau lamar. Misalnya "GE jual TV plasma Pak?" halaah! #hiring
45. I love interviewing people yang sudah cari info lengkap...well prepared person akan menjadikan interview proses diskusi yang baik. #hiring
46. Kalau anda diajak diskusi banyak soal perusahaan yang mau dilamar, berarti interview anda punya peluang besar. #hiring
47. Kalau anda kebanyakan ditanya tentang diri anda, dan interviewer tak tertarik mendengarkan pendapat anda, udah tanda-tanda ga asik tuh. #hiring
48. Analytical skill...ini yang bolak balik saya sering sampaikan. Employer looking for someone yang bisa berpendapat dengan analisis yang baik. #hiring
49. Know the issue, pilah-pilah or structurize it, get one or two as the focus, have options of solution, and simplify. That's the key! #hiring
50. Employer assess the flow of thinking of our interviewee. From big picture to focus things are the one that we normally like. #hiring
51. Jawab pertanyaan interview dengan jujur...mending jawab nggak tau daripada ketauan bo'ong or cheap tricking. #hiring
52. "Saya belum punya cukup info tentang itu pak/bu, but if you give me a chance, I will comeback with my thoughts on email" is nice. #hiring
53. i really love interviewees yang challenging dengan pendapat berbeda dengan rasionalisasi yang baik...Tapi jangan jadi debat kusir. #hiring
54. Saya mencari orang yang bilang "menurut saya ini yang bisa dilakukan pak..1, 2, 3...alasannya...1, 2, 3...". #hiring
55. Selesai diskusi, closing juga penting...Again, don't be "too much" puja puji atau harapan agar bisa diterima. Easy aja. #hiring
56. A good quick joke dalam closing bisa bikin anda diingat oleh interviewer. Bukan joke seperti kepada sesama teman ya.. #hiring
57. Pamit, firm handshake, tak perlu menunduk-nunduk, and leave with confidence. I put attention on the way interviewee leaving my room. #hiring
58. A good short and direct thank you email to the interviewer adalah hal yang baik untuk dilakukan. #hiring
59. Try to make your interviewer become your friend/network...even anda tak diterima misalnya. #hiring
60. Jika tersaring, interviewer/perusahaan biasanya mencari referensi secara informal tentang anda. Nah, ini pentingnya good reputation. #hiring
61. That's it...semoga bermanfaat. Selamat malam. #hiring
Follow @HandryGE
Click Here! Another Tweets: Viking
Click Here! Another Tweets: Inovasi
Subscribe to:
Posts (Atom)