Thursday, February 5, 2015

Menjadi Followers

1. Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya jadi "anak buah", jadi follower, dalam perjalanan karir kerja saya selama ini. #jadifollower

2. Bukannya mau diskusikan soal arti kata, tapi saya nggak pernah suka dengan istilah "Anak Buah"..bahasa Inggrisnya "fruit child"? #jadifollower

3. Well, pertama kali saya kerja, saya kerja di sebuah Yayasan...kerjaan saya pertama literally jadi tukang ketik. #jadifollower

3. Saya ingat kata-kata "boss" saya waktu itu..."Handry, bekerja itu harus ada titik mulainya...and for you, hal itu adalah mengetik". #jadifollower

4. Semua hal ada titik mulainya...seringkali titik mulainya tak bisa sesuai dengan yang kita inginkan. #jadifollower

5. "Game" nya atau perjuangannya adalah bagaimana bisa growth, dari titik mulai yang tak selalu menyenangkan itu. #jadifollower

6. Sejak awal bekerja saya bertekad untuk selalu mendeliver lebih dari yang diharapkan atasan saya. #jadifollower

7. Karena kalau cuma ngikutin apa yang disuruh boss, tanpa run extra miles, susah beranjak jauh dari "titik mulai" #jadifollower

8. Saya tak hanya usaha mengetik lebih cepat dan akurat, tapi juga memberi catatan dan pendapat mengenai yang saya ketikkan. #jadifollower

8. Jadi "anak buah" itu harus bisa memberikan pendapat dan pemikiran...#jadifollower

8. Berikutnya saya kerja di sebuah perusahaan...owner perusahaan tersebut termasuk orang "besar" di zamannya. #jadifollower

9. (maaf nomer 8 sblmnya ada 3 buah) Di tempat itu saya belajar mengenali karakter atasan....#jadifollower

10. #jadifollower itu perlu untuk mengetahui karakter atasan, cara berpikir mereka, cara mereka mengambil keputusan

11. Lalu, juga penting to know who are the "Buttons", orang-orang yang merupakan "tombol" kunci, para influencer...#jadifollower

12. The way we work with the "buttons" in the organization akan menentukan hubungan kita dengan atasan... #jadifollower

13. Saat itu saya bikin kesalahan pertama...saya ikutan ber "kelompok" pada segolongan orang yang saya anggap asik. #jadifollower

14. Saya bergaul hanya dengan kelompok saya, dan anggap kelompok lain tak penting...salah banget! .#jadifollower

15. Dalam bekerja, jangan pernah membangun "dinding pemisah" dengan rekan sekerja...#jadifollower

16. Beberapa tahun berikutnya baru saya dapatkan rumusan "never make a wall" tersebut...which is "treat everybody the same" #jadifollower

17. Ketika kita bekerja dengan konsep "treat everybody the same", dan pintu-pintu pembelajaran pun terbuka di mana saja. #jadifollower

18. Satu hari saya termenung di meja kerja saya...saya merasakan pekerjaan saya itu-itu saja...saya tidak mendapatkan hal baru. #jadifollower

19. Hari itu saya membuat keputusan penting...berhenti bekerja dan kembali sekolah. Keputusan yang ditentang banyak orang. #jadifollower

20. Saya baru sadar bahwa "if you cannot learn anything in your work, it is a time to make a turn" #jadifollower

21. Kerja itu harus ada "growth" nya..kalau pangkat dan gaji ga growth, sekurangnya pengetahuan bisa growth. #jadifollower

22. Then jadilah saya sekolah, dan masuk GE sesudahnya. Pertama kerja, bikin kesalahan fatal...karena nunggu dikasih kerjaan. #jadifollower

23. No no no..orang yang bekerja nunggu dikasih kerjaan itu jadi doers aja nantinya...we have to find apa yang bisa dikerjakan. #jadifollower

23. Boss saya bilang "make your first mistake and learn from it"..my first mistake adalah nunggu dikasih kerjaan. #jadifollower

24. (duh no. 23 nya dobel lagi..maaf). #jadifollower perlu punya passion to know what the boss want before he/she even say it to you

25. Bedakan antara "cari muka" dengan work extra miles...cari muka seringkali nggak menunjukkan performance..lips sevice aja. #jadifollower

26. Work extra miles adalah kunci untuk grow dalam bekerja ...#jadifollower

27. Di awal-awal kerja, I spend a lot of weekends untuk belajar produk dan process...nggak nunggu ditraining. #jadifollower

28. ...and I learn bahwa ga perlu blaming orang lain or situation when things goes wrong...karena blaming ga nyelesain masalah...#jadifollower

29. Daripada blaming dan ngedumel, mending try to learn di mana mistakes-nya, and nanya gimana baiknya ke orang-orang yang pengalaman. #jadifollower

30. Oiya, salah satu boss yang saya kagumin adalah Hadi Ismail, orang Irish-Jews-Egypt (gilak ya? what a combination). #jadifollower

31. Hadi yang ngajarin saya bahwa #jadifollower itu ada waktunya untuk berani menyampaikan pendapat berbeda

32. Dia bilang, "if you just ok and agree on what I said, why should I hire you?". Nancep banget kata-kata itu. #jadifollower

33. Lalu bermetamorfosislah saya menjadi "rebel"...tapi rebel dengan strong rationalities di belakang pendapat saya yang beda itu. #jadifollower

34. Rationalities and Data...that's what boss needed when you try to make your points. #jadifollower

35. ...And make your points direct to the point. Putar-putar dan berbunga-bunga tapi nggak ada isinya cuma bikin bĂȘte boss. #jadifollower

36. #jadifollower , jadi anak buah, adalah proses seperti juga jadi leader...never stops learning and listening. #jadifollower

37. Oleh karena itulah, good follower akan jadi good leader...and good leader akan tambah good kalau dia punya good follower. #jadifollower

38. Orang yang pas #jadifollower nya ga bisa good, kalau kebetulan jadi leader (entah karena apa), susah untuk jadi good leader...

39. Segitu dulu deh...namanya juga cerita...secapenya aja.. hihi...semoga bermanfaat! adios! #jadifollower



Click Here! Another Tweets: Eksposure

Click Here! Another Tweets: Eksekusi


No comments: