Saturday, March 2, 2013

Viking

1. Ah, cerita bangsa Viking ini menarik...jadi ingin share couple things. Dari buku "The Viking Manifesto" S. Strid & C. Andreasson. #Viking

2. Sepanjang cerita yang sering didengar, bangsa Viking adalah bangsa barbar..bunuh, bumihangus, perkosa, seakan adalah metoda mereka. #Viking

3. Tak banyak diketahui, bahwa nenek moyang bangsa Swedia, Denmark, dan Iceland ini ternyata sangat kreatif dan inovatif. #Viking

4. Negara-negara Skandinavia ini (swedia, denmark, norway, islandia), berebut untuk bilang bahwa Viking asli adalah nenek moyang mereka. #Viking

5. Menarik ketika mengunjungi negara-negara ini, selalu ada unsur budaya #Viking nya, tapi tetap ditemukan perbedaannya

6. Yang bikin takjub adalah, orang-orang ini senang menunjukkan bahwa mereka mampu berbeda...bukan saling mengikuti. #Viking

7. Back cover buku Viking Manifesto: "The #Viking used to drink from the skulls of their enemies. Now they sell furniture in flat boxes.

8. Cerita tentang #Viking dan negara-negara keturunan mereka, adalah cerita hebat tentang kreatifitas, inovasi, dan cara cerdas untuk berkompetisi

9. Empat negara skandinavia tersebut, yang total populasinya cuma 20 juta jiwa, (0.3% populasi dunia), menghasilkan 3% total ekspor dunia. #Viking

10. Swedia dan Denmark, yaooloo, itu negara kecil-kecil banget, punya produk global yang lebih banyak dari Indonesia. #Viking

11. Kita kenal merk Errikson, Volvo, Lego, Ikea, Absolute Vodka, bahkan pendongeng Hans Christian Andersen. Hadiah Nobel, dst. #Viking

12. Negara-negara seurcrit itu, dengan musim dingin yang panjang & sumber daya alam yang ga "abundant", punya lebih dari 50 pemenang Nobel. #Viking

13. Inovasi ternyata sudah mendarah daging, creativity adalah tantangan, dan being different adalah kebanggaan buat #Viking

14. Perahu mereka yang terkenal itu, kecil banget, tak impresive, dan terlihat culun. Tapi merupakan perahu tercepat & bisa diangkat orang. #Viking

15. Perahu tersebut diciptakan untuk bisa bergerak cepat di laut, dan juga di sungai, sehingga bisa attack suatu negara dari dalam. #Viking

16. #Viking percaya pada good idea akan menemukan waktu dan jalannya sendiri untuk diwujudkan. Tak ada mereka frustrasi untuk mencari good idea

17. Tertulis di bukunya: "good ideas have a way of succeeding against all odds". Good ideas harus diperjuangkan tak kenal lelah. #Viking

18. Jangan pernah berhenti melahirkan good ideas karena takut dicuri orang, direject orang. History is full of famous rejection. #Viking

19. Bahkan Steve Jobs idea untuk home computer pada awalnya direject oleh Atari. #Viking

20. Ada petikan puisi penyair Icelandia, E. Benediktsson: "take notice of the past if you would achieve originality". #Viking

21. Bah, bahkan puisi pun bernafaskan inovasi dan kreatifitas! #Viking

22. Untuk punya visi yang bagus, orang harus melihat to all direction...tak hanya masa depan saja. #Viking

23. Tepat juga Bung Karno punya kata-kata "Jas Merah" ..jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Masa lalu penting untuk pembelajaran. #Viking

24. #Viking punya prinsip bahwa "overnight success takes years". Jangan cari kesuksesan instan. Be creative, Be bold, and Be patient.

25. #Viking percaya bahwa orang harus punya waktu untuk leyeh-leyeh dan berpikir mengawang-awang. Time management, sometime overproductive, katanya

26. Saya pikir-pikir, bener juga. Berapa lama kita punya waktu untuk santai dan berkhayal tentang a better things? mempertanyakan why not? #Viking

27. Proses kreatif itu terjadi karena ada proses berpikir terhadap "making things better", mempertanyakan status quo. #Viking

28. Proses time management seringkali diterapkan malah membuat kita jadi robot, following steps melulu. #Viking

29. Akibatnya, kita jadi "doers", bukan "leaders", karena kita tak menghasilkan hal baru, hanya mengikuti apa yang dihasilkan orang lain. #Viking

30. #Viking yang barbarian itu, ternyata menghargai sekali puisi, dan cerita-cerita (aha! no wonder they have H.C. Andersen).

31. Proses pengembangan pikiran yang dipengaruhi puisi, dongeng, cerita-cerita dan kisah, membuat ruangan berkreasi di dalam otak jadi luas. #Viking

32. Proses berpikir yang di drive oleh soal-soal ujian Multiple Choice, menghasilkan mindset yang tak kreatif. Tak analitis. #Viking

33. Kita kurang bener belajar sastra, kisah-kisah dan cerita...apalagi filosofi..."lahirkan sarjana siap pakai!" siap pakai oleh siapa? #Viking

34. Seringkali mimpi-mimpi kita tercipta oleh passion "dapat nilai bagus", "cepat lulus & bekerja", "punya rumah dan mobil". #Viking

35. Mimpi-mimpi yang tak melahirkan leader dan innovator. Mimpi-mimpi yang tersusun oleh sistem "kepengikutan"..bukan oleh keinginan "mencipta". #Viking

36. #Viking loves to use their weakness untuk jadi advantages. Jukkaskarvi, daerah yang cuma punya es & dingin...di situ berdiri hotel yang selalu penuh!

37. Jukkasjarvi Ice Hotel...tempat orang ingin mendapatkan experience tinggal di hotel yang semuanya terbuat dari es! ...dan laku! #Viking

38. Monggo dilihat http://www.icehotel.com/. susah ini dihasilkan dari proses berpikir yang hanya terlatih untuk jawab soal multiple choice. #Viking

39. Skandinavian itu negara-negara kecil..tapi karena itu mereka jadi berpikir besar. Begitu bikin produk, mereka usaha agar bisa diekspor. #Viking

40. Ah, suka aku sama konsep "use your weakness to your advantages" ini! banyak room for creativity! #Viking

41. Ini juga menarik, #Viking percaya bahwa it is better to become "humble and rude" dibanding "arrogant and polite"

42. Kreativitas, seringkali lenyap oleh kesombongan... #Viking

43. Ada baiknya kadangkala berpikir sebagai underdog. Underdog has nothing to lose and everything to gain. Big room for creativity. #Viking

44. Besok disambung lagi cerita #Viking nya. Cerita ini bertujuan untuk belajar dari budaya orang lain, agar kita jadi lebih maju dan baik. Nite-nite!

45. Ingin menyambung cerita #Viking dua hari yang lalu...masih ada cerita-cerita tertinggal tentang bangsa unik ini.

46. Problems are a leader's best friend. "When we start low on problems, I start to get worried" (Ingvar Kampread, IKEA founder). #Viking

47. Kelahiran IKEA flat pack product sendiri dimulai dari problem simple "gimana bisa bawa furniture dalam bagasi mobil". #Viking

48. #Viking percaya pada luck. Mereka bilang " the harder you work, the more times you fail, the more variations you try, the luckier you'll get"

49. Belajar dari pengalamannya bahwa violence ga asik, #Viking concluded bahwa business will be more profitable without it, and more fun too!

50. Aha, ini menarik, #Viking tak percaya pada konsep the less you pay your employee, the bigger your profit.

51. Buat mereka, kalau mempekerjakan orang dengan murah, diperlukan pengawas, spy, quality controller, dst..ujung-ujungnya lebih mahal. #Viking

52. #Viking meng "offset" gaji tinggi pegawainya dengan strong brand, high tech, dan kebanggaan karyawan.

53. Brand yang kuat akan meningkatkan value or products, sehingga bisa dijual lebih mahal. #Viking

54. Karyawan yang bangga dan senang bekerja karena tidak dibayar seperti buruh akan menjadi good ambassador for their company. #Viking

55. Tentang emansipasi perempuan, #Viking ternyata sudah lebih dahulu dibanding rest of Eurpore. Mereka run businesses and farms.

56. #Viking woman to Spanish visitor AD 850: "We women are free. We only stay with our men as long as it pleases us"....beraaat eeuuy! :)

57. Di luar perkiraan, #Viking memiliki tingkat keramahan dan membantu orang lain yang tinggi. Perjalanan dengan kursi roda gampang di Swedia

58. Ada joke #Viking yang menyatakan bahwa sesudah menaklukkan sebuah kota, tentaranya sibuk memberi makan orang-orang yang tak mati dalam perang.

59. Di tahun 2006, 47 persen parlemen Swedia terdiri dari perempuan. #Viking

60. Aha, #Viking believe bahwa perusahaan akan lebih efisien dibangun berdasar kultur cooperation & demokrasi dibanding kompetisi & hirarki

61. #Viking bilang "children learn better when working together than when competing against each other"

62. Trying to win over others and trying to do well are two completely different things with different results - #Viking

63. Faktanya adalah kompetisi yang baik membuat perusahaan jadi lebih kreatif dan produktif. Nike butuh Adidas untuk maju. #Viking

64. Berkompetisi adalah berusaha melakukan hal yang berbeda, yang lebih baik dari yang lain. Bukan sabotase. #Viking

65. Ada 2 cara untuk win kompetisi lari, 1) temukan cara berlari lebih cepat, 2) bikin sengkle lawan. Yang kedua won't make us better. #Viking

66. Buat #Viking, the best motivator in work is a democratic and supportive working environment.

67. Asik nih. #Viking hate small talks but love story telling. Mereka bilang "talk sense or be silent"

68. Bedain small talk vs good story? Kalo keinget 24 jam & diceritain ke orang lain, itu good story, kalo nggak, itu small talk. haha! #Viking

69. #Viking percaya pada honesty. "The best way to avoid being cheated is to be honest" kata mereka.....*dalem*

70. Itulah cerita tentang #Viking, yang banyak sumbernya diambil dari buku Viking Manifesto, dan refleksi dari pengalaman serta sedilit pemikiran.



Click Here! Another Tweets: Inovasi

Click Here! Another Tweets: Mimpi Kami



Monday, February 25, 2013

Inovasi

1. Salah satu syarat untuk sebuah perusahaan bisa sukses secara berkesinambungan adalah tak kenal lelah ber #inovasi

2. Perusahaan yang tidak melakukan #inovasi atau tidak melakukan perubahan, akan kehilangan peluang pasar, atau kalah dari pesaingnya

3. Perlu diingat, bahwa #inovasi tidak hanya berupa produk baru seperti iPad, solar energy, dsb..tapi juga berbagai improvement

4. Kita juga ber #inovasi ketika memakai teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja dan hasilkan value baru bagi customer

5. Kita pun juga ber #inovasi ketika meng"improve" proses untuk menghasilkan proses yang better, faster, dan cheaper (simplification)

6. Juga penting dicermati bahwa #inovasi tidak cuma technical innovation, tapi juga commercial innovation

7. Dalam konteks #innovasi yang lebih luas dari hanya produk tersebut, banyak sekali ruang bagi pegawai perusahaan untuk bisa ikut berpartisipasi

8. Dalam dunia persaingan bisnis yang semakin ketat ini, faktor penting dari #inovasi adalah speed and continuity

9. Oleh karena itu, #inovasai memerlukan peran serta seluruh pegawai di perusahaan. Sebuah culture dibutuhkan disini: Collaboration!

10. Hanya dalam kultur kolaborasi di mana ide-ide bisa dishare, didiskusikan, dan diperdebatkan, #inovasi akan menemukan tanah yang subur untuk grow

11. Di dalam kultur perusahaan yang tidak membiarkan orang-orangnya memiliki dan menyampaikan ide, #inovasi jd mandul

12. #inovasi tak bisa hanya diserahkan pada para ahli di dalam lab...karena prosesnya lahir dari mengetahui apa yang dibutuhkan customers

13. People on the front line, those who meets customers, should start to deliver the message to the whole organization. #inovasi

14. Di dalam kultur perusahaan yang orang takut berpendapat berbeda, #inovasi tak menemukan ruang gerak

15. Oleh karena itu dibutuhkan leader yang bisa menjadi katalis dan change agent, agar perusahaan bisa terus menerus ber #inovasi

16. Innovative leader memberi ruang bebas bagi followernya untuk berpikir "what if" dan "why not". #inovasi

17. Leaders tersebut, siap mengambil resiko, ketika menemukan ide-ide yang tepat, untuk mengimplementasikannya. #inovasi

18. #inovasi bukan hanya hal teknis...inovasi adalah gerak bersama, inovasi adalah budaya...

19. #inovasi dipicu dengan "kegalauan positif"...inovasi akan bergulir oleh keberanian bereksperimen...keberanian untuk change..

20. Tiap tahun, GE membuat laporan tentang #inovasi yang berjudul "Innovation Barometer". Bisa dilihat di sini: Innovation Barometer 2013

21. Laporan tersebut adalah hasil survey terhadap 3000 global leaders, tentang #inovasi dan pengaruhnya terhadap strategi bisnis, baik global maupun local

22. Selamat berselancar dengan banyak cerita tentang #inovasi di web tersebut. Semoga bermanfaat..salam!



Click Here! Another Tweets: Mimpi Kami

Click Here! Another Tweets: Evaluation Management System



Mimpi Kami

1. Ah, masih terlalu pagi untuk tidur.. :) ingin cerita tentang apa yang GE Indonesia, ingin lakukan di Indonesia #mimpikami

2. Dua hari yang lalu, Chairman kami, Jeff Immelt, berkunjung ke Indonesia. Acaranya padat, persiapannya bikin gempor. #mimpikami

3. Ada yang tanya, "bisa tidur kah dalam mempersiapkan itu?" well, jawab saya.."i slept like a baby...wake up every hours and crying" :) #mimpikami

4. GE mengumumkan akan menyediakan dana sebesar $300 juta untuk mendukung aktivitasnya di Indonesia. #mimpikami

5. Salah satu dari aktivitas tersebut adalah akan mendirikan GE Learning and Technology Center. What's that? Why learning center? #mimpikami

6. Mendatangkan Jeff ke Indonesia juga bukan hal yang mudah..GE beroperasi di 150 negara...tentu harus tunggu giliran. #mimpikami

7. Dua setengah tahun yang lalu, kami di GE Indonesia bertekad, kita harus bisa berkontribusi sesuatu bagi Indonesia. #mimpikami

8. Bisnis akan tumbuh secara sustainable kalau kita bisa memberi kontribusi kepada growth nya customer dan juga country. #mimpikami

9. #mimpikami di GE Indonesia adalah bisa bawa teknologi terbaru ke sini, berikan solusi terhadap masalah spesifik, dan didik local talent

10. Banyak team kami di luar Indonesia bilang: orang-orang di GE Indonesia gila..mana bisa tumbuh kalau visinya kayak gitu? #mimpikami

11. Well, organisasi harus punya identitas...kami bikin identitas mau punya rasa bangga kerja di perusahaan ini. #mimpikami

12. Kita putar otak, gimana caranya bisa berkontribusi untuk pendidikan talent di Indonesia. CSR? Duh, sering salah implementasi. #mimpikami

13. Akhirnya kita bikin rencana untuk punya GE Learning and Technology Center. Ada tiga pilar di sini. #mimpikami

14. Pilar pertama adalah membuat Learning Center, tempat belajar leadership bagi para customer kami, dan juga pegawai kami. #mimpikami

15. Leadership development training ini harus worldclass...kurikulumnya, trainernya, mengacu pada pendidikan di GE Crotonville. #mimpikami

16. Jadi nggak cuma GE employee yang terpilih saja yang bisa belajar seperti di GE Crotonville...tapi juga para customer Indonesia. #mimpikami

17. Kenapa pendidikan leadershipnya dibagi ke customer? If they become better by learning together with us, engagementnya jadi kuat! #mimpikami

18. ..dan yg lebih penting, kita bisa memberi kontribusi kepada pengembangan local talent di Indonesia. #mimpikami

19. Pilar ke-2 adalah Enginnering center. Di sini, kita akan rekrut engineer-engineer terbaik lulusan dalam negeri, untuk dididik selama 2 tahun. #mimpikami

20. Sesudah pendidikan tersebut, kita akan kirimkan mereka ke berbagai penjuru dunia untuk jadi engineer yang global #mimpikami

21. Dengn hal tersebut, kami berharap bisa menghasilkan future leader Indonesia yang punya experience sebagai global player. #mimpikami

22. Pilar ketiga adalah technology center. Di sini kita akan siapkan studi-studi untuk penerapan teknologi-teknologi GE yang baru. #mimpikami

23. Misalnya diversifikasi "sumber biomassa" dari teknologi pembangkit listrik gasifikasi biomassa, atau rural healthcare. #mimpikami

24. Tiga hal tersebut, tentu hanya kontribusi yang kecil bagi Indonesia...but we need a lot of small things to make a big one.#mimpikami

25. Sekurangnya, ketika nanti saya pensiun dari GE, saya bisa cerita bahwa GE bikin tempat belajar bagi future leaders di Indonesia. #mimpikami

26. That's it, mimpi yang simple saja...hanya sebuah learning center..tempat belajar bersama..untuk orang Indonesia..#mimpikami



Click Here! Another Tweets: Galautology

Click Here! Another Tweets: Evaluation Management System



Tuesday, February 19, 2013

Galautology

The most dangerous zone is comfort zone...make us forget to learn

Oleh karena itu, winning organisation selalu berupaya berada di edge of chaos

Karena, sperti kata Andy Grove, hard times make us think the unthinkable...

Bukan berarti sebuah organisasi atau perusahaan harus selalu susah untuk jadi hebat

Tapi, dengan secara kontinyu "raising the bar" to make things better, maka kita tak mudah terlena dengan comfort zone

Sebenernya hal tersebut juga berlaku dalam pengembangan diri...always try to improve ourself, will make us keep thinking..

Jika kita mulai gelisah ketika tak ada hal baru yang kita dapatkan atau pelajari, then we are on the right track ..

Secara ekstrim, bahkan Andy Groove menulis, "only the paranoia survive"..maksudnya jangan pernah berhenti improving

Setiap mau tidur, Andy Grove bilang dia selalu kepikiran tentang apa yang akan dilakukan oleh kompetitornya sehingga dia terus berupaya untuk improving

I have a believe that company will survive and grow if they can make their customer grow too..

Sehingga, mirip dengan Andy Grove, saya juga punya pikiran sebelum tidur...apa yang bisa kami lakukan agar berkontribusi terhadap grownya customer

Tak hanya jual barang, tapi kolaborasi apa yang bisa dibuat agar perusahaan dan customer bisa maju bareng-bareng..

Coba raise the bar...make "uncomfort" situation, agar mendapatkan momen think of the unthinkable...

Banyak ide hebat lahir dari "kegelisahan"...

"Positive galauness" adalah kegalauan yang menghasilkan ide baru dan kemajuan diri sesudahnya.. :)

"Negative galauness" ...yaaa..ke laut ajah! :D

Itulah "galautology"...playing with comfort and uncomfort zone...making a moment to create new thing that makes us grow..haha!

Jadilah...kita namakan saja kicauan siang ini sebagai "Galautology"..hihi

Karena galau adalah manusiawi, seperti juga hasrat libidinal, maka game nya adalah bagaimana membuat kegalauan jadi berguna..

"Positive galauness" bisa dimulai dengan mempertanyakan sesuatu yang bisa membuat kita "raise the bar"...a start for the journey of growth

Kalaulah "positive galauness" tadi bisa dibungkus dengan hasrat untuk selalu "learning", bereslah dia! We will become more creative person

"Positive galauness" yang dipadukan dengan hasrat learning, juga akan mereduce negative impact dari galau...

Tapi apa asiknya galau tanpa air mata?....well, many times, air mata adalah sumber semangat untuk bouncing back!

Biarkan air mata tersebut mengalir, arahkan menuju "positive galauness" dan learning desire..dan kekuatan bouncing back kita akan tambah dahsyat

"Positive galauness" bisa menghasilkan kekuatan baru...kekuatan melawan!

Mungkin karena itu Tuhan menciptakan kita dengan "Khauf"...kedinamikaan perasaan...ada bahagia, ada galau...agar kita bisa mencari jalan untuk kuat

Haha...kok jadi kultwit ya? padahal tadinya cuma iseng mau random tweet aja! Galau karena TTS Kompas minggu hari ini is too easy..! Haha

Well...probably that is "positive galauness" ya...yang mengubah kegalauan jadi aktivitas yang mudah-mudahan berguna...salam! :D




Click Here! Another Tweets: Evaluation Management System

Click Here! Another Tweets: Lead Others



Evaluation Management Systems

1. Musimnya EMS (Evaluation Management Systems), atau Performance Appraisal. Pengen cerita gimana kita meng-Appraise pegawai di GE. #EMS

2. Pada dasarnya, di GE kita mengevaluasi orang berdasarkan dua hal: (1) Performance/Kinerja berdasarkan goalnya (2) values dalam bekerja. #EMS

3. Ada 4 tipe orang, (1) Kinerja & value tinggi, (2) Kinerja & value rendah, (3) kinerja rendah-value tinggi, (4) kinerja tinggi-value rendah #EMS

4. Orang dengan Kinerja Tinggi - Value Tinggi adalah "The Star". All Company mau orang ini. Sudahlah kerja capai target, cara kerja juga bagus. #EMS

5. Treatmentnya "The Star" juga gampang..promote dan make sure dia stay di company. #EMS

6. Lalu ada orang yang Kinerja Rendah dan Value Rendah. Orang-orang ini di mana-mana ga disukai. Tak capai target, cara kerja juga nyebelin semua orang. #EMS

7. Orang-orang dengan kinerja dan value rendah ini seringkali disebut "The Quit"..yaitu orang-orang yang perusahaannya happy kalau dia "quit".. :D #EMS

8. Treatment orang-orang "The Quit" ini juga ga susah. Coba dibenerin, kalo ga bisa, ya dipersilakan cari karir di tempat lain. #EMS

9. Yang ribet, dan yang jadi bahaya laten adalah orang yang Kinerja Tinggi - Value Rendah. Orang-orang ini kami istilahkan "The Tyrant"..#EMS

10. "The Tyrant" ini ribet, kerana selalu capai target, tapi dengan cara apapun yang dia mau, asal target tercapai. Sikunya berdarah-darah. #EMS

11. Karena Kinerjanya tinggi, perusahaan juga khawatir untuk mengeliminasi "The Tyrant" ini..takut penjualan atau kinerja perusahaan jadi jelek #EMS

12. Padahal, "The Tyrant" ini adalah bahaya laten..mereka seperti sel kanker...yang bertumbuh dengan cara mengubah sel sehat jadi sel kanker. #EMS

13. "The Tyrant" ini akan mempengaruhi pegawai lainnya untuk asal capai target saja, tak peduli value..mau pake korupsi pun cuek aja. #EMS

14. Di GE, values menjadi pilihan utama ketika harus memilih antara kinerja vs values. Kita lebih baik kehilangan "The Tyrant" ini. #EMS

15. Karena, sekali kita biarkan "The Tyrant" ini bekerja dengan cara mereka, maka pegawai lainnya akan mengikuti cara kerja mereka. #EMS

16. Treatmentnya sama seperti "The Quitter" tadi...menjadi lebih baik (walau dengan resiko result jadi turun sesaat), atau out dari perusahaan. #EMS

17. Nah, untuk kuadran terakhir, orang yang Valuenya Tinggi - Kinerja Rendah, kita katakan mereka ini "The Second Chancer". Ada kesempatan ke-2. #EMS

18. Kenapa mereka punya kesempatan kedua? karena kita yakin kalau orang bekerja dengan value yang benar, mereka pada akhirnya akan mencapai target. #EMS

19. Nah, if kinerja itu bisa diukur dengan mudah, yaitu dengan membandingkannya dengan target, value gimana mengukurnya? objektivitasnya gimana? #EMS

20. Di tempat kami, value sering diukur dengan 360 degrees, seorang pegawai dievaluasi oleh atasan, bawahan, dan peersnya. #EMS

21. Setiap perusahaan punya values yang berbeda. Di tempat kami, di GE, kami mendasarkan values pada lima hal. #EMS

22. Value pertama adalah EXTERNAL FOCUS. ini adalah customer centricity..bagaimana selalu berfokus pada kemajuan customer. #EMS

23. External Focus juga adalah bagaimana seseorang dapat mengolah informasi dari external perusahaan untuk kepentingan perusahaan. #EMS

24. Value kedua adalah CLEAR THINKER. Bagaimana pegawai dapat merumuskan ide baru/masalah, mencari jalan keluar, dan mengkomunikasinkannya.#EMS

25. Value Clear Thinker sangat erat dengan kemampuan mensimplifikasikan masalah-masalah kompleks dan menemukan solusinya. #EMS

26. Value ketiga adalah INCLUSIVENESS. ini adalah kemampuan bekerja secara team, boundaryless, siap menolong dan terbuka terhadap ide baru. #EMS

27. Value Inclusiveness juga bicara kemampuan pegawai untuk tetap humble, selalu ingin belajar, dan mengenergikan orang lain. #EMS

28. Value keempat adalah EXPERTISE. Ini merupakan value yang penting agar para pegawai bisa jadi "master" dalam bidangnya. #EMS

29. Value Expertise bicara mengenai proses mencari "kedalaman" dari pekerjaan dan role yang ia lakukan di perusahaan. #EMS

30. Value terakhir adalah IMAGINATION AND COURAGE. Ini adalah cara pikir untuk selalu bisa out of the box...mencari sesuatu yang baru. #EMS

31. Ada yang menarik dari imagination & courage ini...yaitu ada kata "Courage" nya. Harus ada keberanian mengeksekusi, dan taking risk. #EMS

32. Sbuah ide yang merupakan hasil imagination, harus diiringi dengan keberanian menyampaikan ide tersebut, dan kemampuan menyarikannya dengan baik. #EMS

33. Dalam cerita-cerita kita yang lalu tentang Followership, "courage" ini memainkan peranan penting untuk bisa jadi good follower & future leader. #EMS

34. Remember, good followers will give good influence to the leader, which, at the end will make a good leader. #EMS

35. Sekarang tentang proses evaluasi #EMS itu sendiri. Di tempat kami, prosesnya dimulai dengan membuat self evaluasi. Hasilnya dikirm ke bossnya. #EMS

36. Lalu, dengan form yang sama, si Boss membuat evaluasi terhadap bawahannya, dengan membandingkannya terhadap self evaluation bawahannya tadi. #EMS

37. Kedua hasil evaluasi ini, perlu dibawa ke atasannya boss tadi lagi, sebagai proses kontrol..dan agar boss'nya boss tadi juga terlibat. #EMS

38. Setelah ini dilakukan dan disetujui, baru hasil evaluasi tersebut direlease ke employee, dan dilakukan 1-on-1 discussion. #EMS

39. Discussion meliputi evaluasi kinerja, values (strengths and development needed), Career interest, dan Development plan. #EMS

40. Sesudah atasan dan bawahan setuju, barulah #EMS ditandatangani, dan diberikan ke HR untuk proses promosi, kenaikan gaji, dst.

41. Kalau belum terjadi persetujuan, employee bisa "banding" dengan tidak menandatangani hasil #EMSnya. Tapi ini jarang terjadi.

42. Hasil #EMS pegawai ada 4 level. (1) Role Model..hasil evaluasi tertinggi. (2) Excellent, (3) Strong Contributor, (4) Development Need

43. Nah, promosi, kenaikan gaji, atau tak naik dan perlu diperbaiki, didasarkan pada hasil #EMS tsb.

44. Semua proses ini, selesai dalam 2 bulan..yang disebut Session C. Dua bulan untuk seluruh kurang lebih 350 ribu pegawai di seluruh dunia. #EMS

45. Begitulah, tiap tahun operating rhythm ini berjalan. Tiap tahun dihasilkan leaders-leaders baru yang siap mentas dan diberi tanggung jawab. #EMS

46. Semoga cerita #EMS ini ada manfaatnya. Salam!



Click Here! Another Tweets: Quality

Click Here! Another Tweets: Lead Others


Wednesday, January 30, 2013

Quality

1. #Quality seringkali dianggap hanya kerjaan yang hanya dilakukan oleh orang-orang di pabrik atau di bagian produksi...pendekatan yang tak benar

2. Bagaimana bisa #Quality diletakkan di "belakang", sementara yang "merasakan" quality dari produk dan jasa yang diberikan adalah customer

3. Pendekatan #Quality yang tepat adalah semua pihak dalam perusahaan harus menjamin kualitas dari hasil pekerjaan mereka masing-masing

4. Sales dan marketing tak perlu peduli pada #Quality ? Wah, mana bisa...mereka yang paling depan berhubungan dengan customer

5. VOC atau Voice of Customer, adalah hal yang paling penting ditangkap oleh orang-orang yang  berada di garis depan dalam sebuah perusahaan. #Quality

6. Finance tak perlu khawatir tentang #Quality? lho, kalau salah kirim invoice atau salah catat dokumen, proses dapetin duit jadi lama..

7. HR tak perlu peduli pada #Quality? Wah, kalau salah background check dalam rekrutmen bisa berabe...

8. Masalah #Quality itu sebenarnya seperti gunung es, yang "keliatan" seperti produk retur, complaint, dsb itu cuma atasnya aja...

9. Bagian bawah gunung es itu, yang mampu nenggelemin Titanic itu, yang sebenernya bahaya..customer yang hilang kepercayaan, ga mau beli, dsb..

10. Sering #Quality diukur secara rata-rata saja...tahun lalu keterlambatan pengiriman 10 hari..tahun ini rata-rata cuma 5 hari..sudah baguskah?

11. Hey, coba lihat standard deviasinya. Ada yang ke kirim 2 hari lebih cepet, ada yang 5 hari lebih lambat...yang customer rasain itu bukan rata-ratanya

12. Coba deh tanyain customer yang barangnya kekirim 5 hari lebih lambat, do they care about your rata-rata improvement? they don't! #Quality

13. What customer experience adalah kejadian individu yang mereka rasakan...bukan rata-rata proses perusahaan kita. #Quality

14. Jadi, pendekatan perbaikan yang "benar" adalah kalo rata-rata improved, dan standard deviasi juga improved...jadi proses kita stabil. #Quality

15. Kalau diambil pendekatan 6 Sigma nih ya...kesalahan yang "boleh" hanyalah 3.14 kesalahan dalam 1 juta kejadian, #Quality

16. Kita ambil contoh industri penerbangan. 1 juta penerbangan di dunia ini kira-kira dicapai dalam waktu sekitar 3-4 bulan. #Quality

17. So, kalau industri penerbangan beroperasi dalam skala 6 Sigma aja, masih ada pesawat gagal terbang or gagal mendarat dalam 3-4 bulan! #Quality

18. Untungnya industri penerbangan beroperasi dalam skala yang lebih dari 7 sigma. #Quality

19. Nah, kalo industri penerbangan yang kompleks aja bisa beroperasi >7sigma, industri lain bisa lebih mudah dong mencapai 6 Sigma. #Quality

20. Apapun metoda peningkatan #Quality yang diterapkan, pola pikirnya haruslah semua lini dalam perusahaan tersebut terlibat dalam peningkatan mutu.

21. Baiknya tiap lini memiliki standard #Quality yang sama..jadi ukuran kondisi saat ini dan target perbaikannya diorbrolkan dengan bahasa yang sama

22. Ada istilah dalam Six Sigma dan di GE yang asik untuk digunakan dalam standard #Quality. istilah tersebut adalah CTQ atau Critical To Quality.

23. Gampangnya CTQ ini adalah apa yang menjadi penting bagi pengguna/penerima kerjaan kita dalam hal #Quality kerjaan kita.

24. Misalnya untuk orang sales, CTQ tentunya jualan yang banyak (mencapai target), customer seneng, mau beli lagi, dst. #Quality

25. Orang-orang produksi punya CTQ barang yang dibuat tak ada cacat, tak salah label, tak bocor, dst. #Quality

26. Orang di Finance, punya CTQ invoice yang dikirim tak boleh salah, dokumen lengkap, tak ada proses yang lama, dst. #Quality

27. Biar sama-sama asik, tiap fungsi tersebut punya CTQ yang bisa dikuantifikasikan...ada angkanya...dalam Six Sigma, dipakai nilai Sigma. #Quality

28. Pada hakikatnya, mengetahui CTQ ini adalah kunci utama perbaikan #Quality. Sama aja kayak cari pacar. Tiap orang kan punya CTQ yang beda-beda :D

29. Kalau CTQ ini dibandingkan sama apa yang kita punyain sekarang, jadilah alat analisis yang asik...dimana gapnya bisa dilihat. #Quality

30. Jaman Jack Welch dulu, bukan cuma tiap lini yang harus punya CTQ...tapi tiap individu bertanggung jawab terhadap perbaikan #Quality pekerjaaannya!

31. Logikanya, kalau tiap individu bareng-bareng melakukan perbaikan #Quality kerjaannya, Quality perusahaan secara agregat akan jadi lebih baik

32. Supaya bener-bener tiap orang mempebaiki kerjaannya, keluarlah titah Jack agar tiap employee bikin 2 proyek Six Sigma tiap tahun. #Quality

33. Wong gendheng Jack iki. Semua pegawai dipaksa belajar statistik. (Gila aja, statistik gue dulu cuma dapet C!). #Quality

34. Tapi Jack punya prinsip simple"If I have just 20% improvement for each individu, GE udah punya saving >$3B/tahun! #Quality

35. Tapi yang paling "powerful" dari "pemaksaan" melakukan perbaikan tiap individu tersebut adalah berubahnya mindset untuk peduli pada #Quality

36. So, kalau mau program #Quality jalan di tempat anda, pergerakannya harus di level individu. Termasuk bossnya!

37. That's it...cerita tentang Six Sigma #Quality versi obrolan warung kopi yang bisa saya ceritakan.. :D. Semoga berguna!



Click Here! Another Tweets: Lead Others

Click Here! Another Tweets: Asia



Sunday, January 20, 2013

Lead Others

1. I'd like to try the topic of #LeadOthers for discussion tonight. As a continuation of #Leadself that being done last month

2. #LeadOthers is a wide topic...covering teamwork, people development, motivating, coaching, etc. Well, let me try whatever I know

3. #LeadOthers deals with the followers & the situation. The more we know about those two things, the better our position in doing the job

4. #LeadOthers proses yang "cascading" /bertahap. Premisnya, jika kita me-lead direct followers dengan baik, mereka juga akan do the same ke bawahnya

5. Dulu, prinsip leading others adalah "One to Many". Saat ini, lebih banyak berlaku "One to One". Direct Followersnya harus kuat. #LeadOthers

6. Credo #LeadOthers sekarang adalah, "Make your direct followers become great leaders, and great leaders will create another leaders"

7. Dalam teori organisasi, pemahaman "One to One" approach dalam leadership ini dikunyah2x dalam teori LMX (Leaders-Member Exchange) #LeadOthers

8. Approach "One to Many" masih ada yang pakai juga. Pakai kharisma, visi, orasi yang bagus..jaim.. Cuma organisasinya jadi fragile #LeadOthers

9. #LeadOthers memerlukan trust, terutama di level direct reports..."why you hire people if you dont trust them" kata Ricardo Semler

10. #LeadOthers memerlukan mentalitas ingin mendapatkan opini followers yang (kadang) berbeda dan feedback yang jujur.

11. Kalau hanya ingin punya followers yang bersetuju saja, berarti belum siap untuk #LeadOthers

12. #LeadOthers berarti siap meluangkan waktu untuk men-develop "others" itu. Memantau perkembangan mereka, dan invest pada mereka

13. #LeadOthers tak hanya mengevaluasi mereka dan memberikan reward/punisment. Ini sama saja dengan menjadikan followers hanya mesin atau ternak.

14. #LeadOthers juga tak hanya "menginfluence" mereka..tapi juga siap mendapatkan "influence" yang positif dari mereka

15. Oleh karena proses saling influence tersebut, developing followers supaya jadi jago jadi penting sekali dalam #LeadOthers

16. Coaching, dlm #LeadOthers memainkan peranan penting. Coaching saja bahkan tak cukup skrg ini..harus disertai "promoting" them

17. Coaching tak cukup dgn memberikan pelajaran dan petuah. Coaching dlm #LeadOthers adalah lead by example

18. Coaching = mendampingi followers ketika mereka menjalankan tugas. Beri contoh bagaimana anda deal dengan problem mereka. #LeadOthers

19. Kalau bermula dengan pikiran bahwa followers akan kabur setelah mereka jadi hebat, proses #LeadOthers tak akan jalan.

20. Menurut surveynya Hay Consulting. "People leave their leaders, not leave their job". #LeadOthers

21. Artinya, tak selalu orang akan "pergi" kalau sudah dididik jadi jago. Relationship with leaders, values, memainkan peranan. #LeadOthers

22. Kalo curiga bakalan ditinggal, #LeadOthers jadi kayak guru silat dulu. Punya jurus 10, ajarin 9. Yang 1 disimpen kalo2 muridnya ngelawan.

23. Duh, jaman sekarang, kalo emang mau dilawan sama si murid, diajarin 9, murid-murid itu nge-google utk belajar 15 lagi. #LeadOthers

24. Sudahlah, attrition rate selalu ada. Sekarang kompetisi talent itu tinggi Followers yang kabur or bikin usaha sendiri akan selalu ada #LeadOthers

25. The best concept in winning organization is creating leaders more than they need. #LeadOthers

26. If we do #LeadOthers with good coaching, talent development, having great leadership process, strong values, attrition rate is not high

27. If good followers move and do their own business, many cases show they will become a great partners for us. #LeadOthers

28. If they move to competitor, and fight you, nah, mereka itu followers sialan! haha..biar saja. There is always a risk in business #LeadOthers

29. Jangan gara-gara peluang yang tak sering itu, kita jadi tak mau mendevelop people dalam #LeadOthers

30. Develop others and have strong organisation VS Nggak develop others gara-gara takut ditinggal kabur, masih better develop others. #LeadOthers

31. #LeadOthers is ready to delegate & deal with the risk of failure. Why hire people if we don't trust they cannot help you?

32. Coaching, dalam #LeadOthers juga memberikan kesempatan followers untuk memimpin, jangan bikin batasan yang tak perlu seperti umur, pendidikan, dsb

33. Kalau misalnya, untuk jadi leaders itu harus umur 45 misalnya. Waduh, kalau usia pensiun 55, span mereka jadi leaders cuma 10 tahun. #LeadOthers

34. Belajar jadi leadersnya 3 th, MPP nya 2 tahun, cuma punya 5 tahun nge-lead beneran. itu pun harus deal dengan kolesterol, asam urat, dll. #LeadOthers

35. Gimana kalau followernya belum siap untuk ngelead? well, cuma dua kemungkinan. Kita ga optimal nge coach, or mereka memang payah. #LeadOthers

36. Kalau followersnya yang abal-abal, payah, you have no choice selain mengganti mereka.  Tapi jangan cepat sampai pada kesimpulan itu. #LeadOthers

37. Makanya dalam #LeadOthers selalu ada konsep "review self". Sejauh mana upaya kita sudah maksimal meng-coach others?

38. #LeadOthers berarti juga "ready to share the stage". Leaders yang baik tak meraup semua kredit kesuksesan. They acknowledge others.

39. Saya percaya bahwa "Panggung seorang good leaders" adalah ketika para followersnya berhasil tampil di panggung utama. #LeadOthers

40. #LeadOthers adalah Listening to Others. People work extra miles when they feel acknowledged and can express their opinion.

41. #LeadOthers is sharing with others. Share the vision, work load, and result.

42. Ada kalanya dalam #LeadOthers anda mengambil keputusan sendiri. "I've heard enough, and now, this is my direction, let's do it together"

43. Kalo keseringan mengambil keputusan sendri kayak gitu (>5 times a year), orang-orang bagus anda akan kabur, karena merasa tak berguna #LeadOthers

44. Tapi kalau nggak pernah lakukan ambil keputusan sendiri itu, semuanya harus divoting, legitimasi dalam #LeadOthers jadi ilang

45. #LeadOthers is communicate with others. Makanya leader jaim yang jaga jarak dengan followers susah fly high nya. It's so yesterday.. :)

46. Karena saya percaya dengan approach "1 to 1" instead of "1 to many" dalam #LeadOthers , komunikasi personal, informal, lebih penting dari pidato

47. #LeadOthers is learning together. Tak laku lagi tuh, hanya leader yang serba tahu, dan tak perlu lagi belajar.

48. #LeadOthers in today's environment, is ready to change together. Culture siap change ini perlu di contohkan dari awal.

49. #LeadOthers, terakhir, is celebrating the success together, and doing reflection together when we fail, ga cuma marah-marahin anak buah aja.

50. Itulah yang saya bisa share...mudah-mudahan bermanfaat. Sekian. Salam! #LeadOthers



Click Here! Another Tweets: Asia

Click Here! Another Tweets: Kita



Sunday, January 13, 2013

Asia

1. Tiap tahun, The Economist Corporate Network melakukan survey terhadap multinasional company tentang bisnis di Asia. Hasil survey tahun ini menarik. #asia

2. Ekspektasi perusahaan-perusahaan global terhadap Asia Pacific di tahun 2013 naik, dan pendapatan mereka dari region ini juga naik secara signifikan. #asia

3. Investasi prioritas di Asia adalah (1) China, (2) India, dan (3) Indonesia, yang hampir sama score nya dengan India. #asia

4. Perusahaan-perusahaan ini berharap pertumbuhan mereka dua kali lebih cepat dari pertumbuhan workforcenya. Produktifitas adalah kuncinya. #asia

5. Selain China, Indonesia adalah negara yang tingkat prioritas tujuan investasinya meroket. India dan Vietnam malah turun. #asia

6. Perusahaan-perusahaan Multinasional dari Barat, merasa mereka under investing di Asia, terutama di ASEAN. #asia

7. Menarik juga melihat trend membuka kantor pusat di Singapore, Hongkong, dan Jepang terus menurun. Asia terlalu besar untuk dimanage. #asia

8. Sekarang terjadi trend ABS dalam penambahan pegawai. ABS = Anywhere but Singapore. #asia

9. Negara-negara frontier untuk tujuan investasi adalah Myanmar, Mongolia, Cambodia dan Laos. Myanmar dan Mongolia sedang jadi juara. #asia

10. Menarik juga melihat pendapatan perusahaan-perusahaan global dari Asia makin meningkat (11% di 2011, 22 % di 2012, dan expected 32% di 2017). #asia

11. Dengan semakin hotnya pasar Asia, terutama ASEAN, maka tingkat turnover pegawai juga tinggi. Persaingan talent semakin ganas. #asia

12. Tenaga kerja yang merupakan global talent semakin dicari dan punya peluang besar untuk terus maju. #asia

13. Untuk supply global talent, Indonesia masih jauh di bawah China, Jepang, India, Singapore, Korea, bahkan Malaysia. #asia

14. Banyak perusahaan-perusahaan ingin menjadikan Indonesia sebagai headquarter, tapi halangannya banyak (infrastruktur, transportasi biaya tinggi). #asia

15. Catatan saya, sebagai pasar, Indonesia jagoan, tapi agar kita bisa jadi "Tuan" dan tidak jadi pasar saja, Human Capital kita harus kuat. #asia

16. Tak apa modal asing masuk, asal peraturan yang ada memberikan porsi pembangunan human capital yang besar kepada kita. #asia

17. MNCs bawa teknologi, dan jalan membuka pasar global. Kita jangan cuma jadi buruhnya, tapi berkontribusi pada pembangunan Indonesia. #asia

18. Caranya? dengan mengarahkan investasi pada global talent and solution teknologi pada masalah-masalah di Indoesia. #asia

19. GE growth sekitar tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir. Rumusan kita simple. We grow if our customers and the country grow. #asia

20. In that sense, kita harus berkontribusi pada growth nya customers dan country. #asia

21. Rencana investasi terbesar kita tahun ini adalah pada growing local talent dengan membuat learning centers untuk customers. #asia

22. Why talent? because you cannot being global if you don't globalize the brain. #asia

23. Semoga makin banyak global leaders yang muncul dari Indonesia. Salam. #asia




Click Here! Another Tweets: Kita


Click Here! Another Tweets: Tiara Savitri



Wednesday, January 2, 2013

Kita

1. Saya ingin share tentang refleksi terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki dari diri kita, orang Indonesia. #Kita

2. Tentunya hal ini bukan bermaksud untuk offend siapa pun, dan juga bukan suatu studi yang ada statistik generalisasinya. #Kita

3. Juga tak bermaksud untuk mengatakan kita lebih buruk dari orang-orang di negara lain. I am doing self critics, agar bisa jadi lebih baik. #Kita

4. Let me start. First, saya ngerasa kita kurang jago dalam hal Analisis. Analisis itu mempertanyakan sesuatu. Connecting the dots. #Kita

5. Saya pikir, mungkin kita tak jago menganalisis karena dots kita kurang. Bacaan dan pengetahuan kita kurang. #Kita

6. Mungkin juga karena kita nggak terbiasa mempertanyakan sesuatu. Nggak terdidik untuk bertanya yang menghasilkan pengetahuan baru. #Kita

7. Atau juga karena sistem pendidikan kita yang menekankan "multiple choice" tersebut. Nggak terbiasa menulis essai, menyampaikan pendapat. #Kita

8. Padahal, analytical skills ini adalah basis penting agar tidak hanya bekerja jadi doers. Agar bisa jadi leaders. #Kita

9. Yang kedua, saya merasa kita masih sering ketinggalan dalam the latest knowledge and issues. #Kita

10. Padalah informasi sekarang ini bisa didapat di mana aja ya. Maybe kita hanya memilih informasi yang kita senang saja. #Kita

11. Begitu informasinya susah dicerna, ditinggalin deh..."Ntar aja ah, bacanya...Males ah, baca yang susah-susah". Yahh? #Kita

12. Saya sering juga ngerasain hal tersebut. Begitu informasinya penting tapi susah, saya "pending" dulu. Akibatnya telat juga nganalisis. #Kita

13. Cerita seperti industrial internet misalnya yang sekarang lagi hot di dunia industri, nggak cukup rame di sini. #Kita

14. Waktu dulu Six Sigma Quality rame untuk make corporation better, hal ini telat lebih dari 2 tahun untuk kemudian baru rame di Indonesia. #Kita

15. Another thing that i keep asking is, apakah kita malas? i see banyak sekali orang yang kerja keras, tapi yang males-malesan juga buannyak. #Kita

16. Cepat puas, arogan, tidak memiliki passion untuk terus belajar juga merupakan kemalasan. #Kita

17. Keluh "cape nih kerja...dikejar-kejar waktu, dst" seringkali saya dengar. Lucunya, orang Jepang bangga kali kalau mereka kerja keras. #Kita

18. Malas kah kita? kalau melihat orang yang di pasar pagi-pagi buta sudah kerja, malam baru pulang, rasanya kita penuh dengan pekerja keras. #Kita

19. Tapi kalo dengar keluhan "cape nih ini itu" sebagai excuse tak perform well, rasanya banyak yang perlu diperbaiki dari culture ini. #Kita

20. Maybe harus ada standard yang kita jadikan acuan untuk nilai apakah kita masih malas atau sudah kerja keras ya. #Kita

21. coba tanya @anandasukarlan, berapa jam dia berlatih agar bisa jadi pemusik yang mendunia. #Kita

22. Ooo..banyak waktu terbuang karena macet? well, ini yang harus diatasi...what can we do when we spend 4-6 hours a day di kemacetan. #Kita

23. Masalah malas ini masalah serius menurut saya. Malas + Complain + Excuse. Rangkaian yang bisa memerosotkan kita. #Kita

24. Refleksi saya yang lain adalah terhadap kultur membaca dan mencari pengetahuan. #Kita jauh ketinggalan untuk hal ini.

25. Membaca ini sangat terkait dengan analytical skill, ketertinggalan informasi, dan kemalasan yang tadi sudah dibahas. #Kita

26. Di airport2 internasional, selalu saya lihat orang membaca menunggu pesawat. Di airport-airport kita, jarang banget! #Kita

27. Bawa buku itu adalah hal yang sangat lazim saya lihat di banyak penjuru dunia. Di #Kita, bawa buku dicela sok rajin lah, sok pinter lah.

28. Tiap bepergian dengan boss saya (yang rasanya pengetahuan dia jauh lebih banyak), saya kutak-katik handphone, doi baca buku. #Kita

29. Udah gitu, kalo ada yang ga tahu tentang suatu hal, #Kita sering brenti aja nggak tau. Orang-orang lainnya, ngubek google atau nanya ke sana sini.

30. The passion to know something #Kita ini, jauh kalah dari our passion to talk about someone kayaknya.

31. "Baca...baca apaan? gue engineer dan orang teknik". Naah..ini dia...pengetahuan jangan dikotak-kotakin sehingga membatasi diri. #Kita

32. Kalo ngomong sama orang-orang global world itu ya, rata-rata pada baca novel dan sastra...apa pun background mereka. #Kita

33. Udah gitu masalah ekonomi, issue-issue global, dsb, selalu terupdate baik dari internet atau dari koran. #Kita

34. Saya beruntung, waktu kecil dulu, tiap kali ada rejeki, orang tua saya ngasih hadiahnya "boleh beli buku pilih sendiri" di toko buku.#Kita

35. Kalo ada yang punya riset tentang kuantitas buku yang dibaca atau diproduksi di Indonesia relatif to jumlah penduduknya, mau dong! #Kita

36. Setuju! perpustakaan kita juga ga menunjang untuk penyediaan buku bagi yang ndak punya dana beli buku. #Kita

37. Tapi toko buku loak or bekas kita juga nggak sebanyak di negara lain...hiks.. Di Singapore aja, selalu ada kaki limaan buku. #Kita

38. Ini kayak chicken and eggs...minat dulu apa sarana and prasarana dulu? well, yang baca tweet ini, ayo deh tingkatkan kultur baca. #Kita

39. Masih lanjut nih..refleksi saya yang lain. #Kita suka cepet ge-er dan ngerasa jadi jago, jadi primadona dan lupa terhadap proses pembelajaran

40. Bisa ini itu dikit, sukses sekali dua kali, trus deh ngerasa #Kita lah jagoannya, dan feels bahwa input dari orang lain itu nggak perlu

41. Duh, saya sayangkan sekali kalo ada teman yang cepat merasa jadi jagoan dan kehilangan kesempatan belajar dan berteman dengan orang lain. #Kita

42. Yang saya pelajari di dunia global leaders malah, semakin jagoan mereka, semakin humble dan terbuka mereka terhadap ide dan teman baru. #Kita

43. Kalo cepet ngerasa jagoan, seringkali jadi nggak bisa refleksi diri...dan hanya peka terhadap "bisikan" dari orang lain yang pro kita. #Kita

44. Jagoan itu ya, harusnya adalah label yang diberikan orang terhadap output dari proses baik yang kita jalani. Bukan kita yang berkoar-koar kita jago. #Kita

45. Kayak gini nih...kalo ada orang yang ngaku-ngaku dirinya humble, malah jadi pertanyaan kan, apakah dia humble? #Kita

46. So, kerja lah, berprestasi lah, do the best...tapi menjadi besar kepala sehingga kehilangan kesempatan belajar lagi, jangan dong! #Kita

47. Karena cepet ngerasa jago, jadi primadona, #Kita juga suka nggak sadar sering pamer...sampai-sampai keimanan pun sering dipamerkan.

48. Refleksi saya yang lain adalah terhadap kemampuan innovatif #Kita. Kreativitas mungkin masih oke kita...tapi innovation, lemah nih!

49. Innovation, coba lihat tulisan Innovator's DNA di HBR. 4 hal yang penting: questioning, observing, experimenting, and networking.

50. Dari 4 DNA innovation itu (questioning, observing, experimenting dan networking), kita nggak kuat ya...perlu #Kita perbaiki tuh.

51. Questioning, kita nggak banyak diajari dan diperbolehkan dari sejak kecil. #Kita

52. Observing, kita lebih suka observe orangnya (baca: gosiping) daripada observe gejala, trend, needs, dsb. #Kita

53. Experimenting, kita keluh kesah terus ga punya dana dan waktu (duh, kayak #Kita yang sibuk banget sedunia ya)

54. Networking. Rada oke nih sebenernya kita. tapi seringkali networkingnya banyak "terbunuh" gara-gara sakit hati lah, tak sepaham lah, dsb

55. Coba balik lagi ke point baca & cari pengetahuan. Kunci inovasi adalah connecting the dots. Kalo dots nya ga ada, apa yang mau #Kita connect?

56. Kalo innovasi lemah, jadinya #Kita cuma pandai mengekor, ngikutin trend, dan kalah bersaing karena tak ada uniqueness

57. Ada fakta baru yang bikin saya ngerefleksi diri. Katanya #Kita juara berkicau di twitter. Juga di tempat lain kali ya. Is it good or bad?

58. Crewi ya, #Kita? nggak ada salahnya sih crewi..tapi kalo crewi nya terhadap hal-hal yang ga penting sehingga waktu abis dan melewatkan hal-hal penting?

59. Atau semua orang ber crewi ria terhadap suatu hal yang lagi ngetrend dan ga ada yang mikirin hal lain, wah...berabe dong #Kita

60. Anyway saya melihat trend bagus dengan ke crewi an kita di media...orang banyak yang ingin berbagi...asik itu! #Kita

61. Satu lagi yang bikin gemeez, #Kita rada ga suka dengan perbedaan pendapat. Helloo..beda pendapat biasa aja lagi...jangan jadi musuhan!

62. Miris kalo ngelihat #Kita kehilangan kesempatan beranalisis, berefleksi, dan belajar kalo gara-gara beda pendapat jadi bermusuhan.

63. Saya ngerasa orang yang jadi "musuhan" gara-gara beda pendapat itu karena wawasan #Kita dipersempit oleh kita sendiri, juga karena bacaan kita kurang.

64. Refleksi terakhir...mungkin #Kita ga begitu passionate untuk punya dream besar ya. Apa karena ga pe de, atau ga berani, atau ga banyak tahu?

65. Dream big, Have a courage for it. Humble dan sederhana bukan berarti tak ingin maju. #Kita

66. Refleksi-refleksi saya bisa saling terkait, analytical, cepat puas, malas, baca, cari pengetahuan, inovatif, crewi, beda pendapat, dream. #Kita

67. Semoga ada gunanya...Let's move up. Mudah2x #Kita bisa jadi lebih baik. Selamat Tahun Baru. Salam.



Click Here! Another Tweets: Tiara Savitri


Click Here! Another Tweets: Lead Self